TANDA SALIB : "DALAM" ATAU "DEMI" ATAU "ATAS" ....
APA YANG DIMAKSUD GEREJA TIDAK DAPAT SESAT?
Mengapa Gereja tidak dapat sesat? Karena Gereja terus menerus
dibimbing oleh Roh Kudus sehingga Gereja tidak mungkin menyelewengkan
wahyu Allah. Dengan kata lain, Gereja meneruskan wahyu Allah secara
benar dan tepat. Roh Kudus yang tercurah pada semua anggota Gereja pada
saat mereka dibaptis, seluruh warga Gereja diberi karisma istimewa yang
disebut sensus fidei (= naluri iman). Berkat karunia inilah, Gereja tidak dapat sesat, kebal salah.
SEKILAS TENTANG SYAHADAT
Apa yang dimaksud Syahadat? Syahadat
adalah rumusan singkat mengenai pokok-pokok keyakinan Kristiani. Dalam Gereja Katolik
dikenal dua rumusan, yaitu Syahadat Singkat (Syahadat Para Rasul) dan Syahadat
Panjang (Syahadat Nicea-Konstantinopel). Syahadat Para Rasul diawali dengan
pernyataan “Aku percaya”, yang dalam Bahasa Latin berbunyi “Credo”. Oleh karena
itu Syahadat seringkali disebut Credo.
Karena Syahadat berisi dua belas butir
kepercayaan, pada abad IV muncul legenda mengenai asal usul Syahadat Singkat.
Diyakini, pada Hari Pentakosta, setelah menerima pencurahan Roh Kudus, para
rasul mengucapkan butir-butir keyakinan itu secara berurutan, masing-masing satu
butir. Karena itu, syahadat ini disebut Syahadat Para Rasul. Walaupun tidak
dapat diterima secara historis, legenda ini mengungkapkan keyakinan bahwa rumusan
itu disusun berdasarkan ajaran para rasul.
SALIB SAN DAMIANO
Salib San Damiano diyakini dilukis
oleh seorang seniman asal Umbria pada abad ke-12. Alasannya, dari lukisan
tersebut nampak pengaruh Siria yang kuat, dan memang berdasarkan fakta sejarah
pernah ada biara-biara Siria di wilayah Umbria. Salib itu dilukis di atas kayu
kenari yang kulitnya sudah diberi perekat, dan memiliki panjang sekitar 190 cm,
lebar 120 cm dan tebal 12 cm. Nampaknya
salib ini memang dibuat agar bisa digantung di atas altar Gereja San Damiano
karena Sakramen Mahakudus pada masa itu tidak disimpan di gereja-gereja bukan paroki
apalagi jika gereja itu sudah ditinggalkan dan rusak parah seperti halnya Gereja
San Damiano saat itu.
Setelah Santo Fransiskus Asisi
wafat, pada tahun 1257 para Suster Klaris meninggalkan Gereja San Damiano dan
pindah ke Gereja San Giorgio dan membawa serta salib itu. Mereka dengan seksama
memelihara salib itu selama 700 tahun sebelum akhirnya dipertunjukkan untuk umum.
Pada Minggu Suci tahun 1957, Salib San Damiano ditempatkan di atas Altar Kapel
San Giorgio di dalam Basilika Santa Klara Asisi agar bisa dilihat secara umum
untuk pertama kalinya.
EKARISTI DALAM KITAB SUCI
Ekaristi dengan jelas berakar dalam
Injil. Empat kali dikisahkan saat Yesus mengadakannya untuk pertama kali pada
malam sebelum wafat-Nya, dalam ketiga Injil, dan ... bukan dalam Injil Yohanes
melainkan dalam surat pertama Paulus kepada umat di Korintus. Baiklah kita
mulai dengan melihat sinopsis keempat teks itu.
SEJARAH PESTA SALIB SUCI
Dalam penanggalan liturgi Gereja
Katolik setiap tanggal 14 September dirayakan Pesta Salib Suci. Pesta Salib
Suci (In Exaltatione Sanctae Crucis),
sesuai namanya, termasuk kategori pesta (festum),
wajib dirayakan oleh seluruh Gereja
Katolik.
Pada awalnya Pesta Salib Suci
dimaksudkan untuk memperingati penemuan salib Yesus oleh Santa Helena, ibu
Kaisar Romawai Konstantinus pada tanggal 18 Agustus 320. Dikisahkan pada
awalnya para penggali menemukan tiga salib, tetapi mereka tak bisa menentukan
yang mana salib Yesus dan yang mana salib kedua penjahat yang disalibkan
bersama dia. Akhirnya mereka mendapat ide yang cemerlang. Mereka membawa
seorang wanita yang sakit dan satu mayat yang sudah akan dikuburkan. Ketiga
salib tersebut diletakkan di atas wanita yang sakit dan mayat tersebut. Dua
salib yang pertama tidak memiliki kekuatan apa-apa. Sementara ketika salib yang
ketiga ditempatkan di atas wanita yang sakit tersebut, wanita itu segera
sembuh. Dan ketika salib itu ditempatkan di atas mayat tersebut, ia memiliki hidup
kembali. Dari dua kejadian luar biasa ini maka mereka dengan segera mengetahui
salib yang mana yang suci. Berita langsung tersebar luas. Orang-orang datang
menghormati salib suci tersebut.
PEZIARAHAN YUSUF : MEMPERJUANGKAN PERSAUDARAAN

SOSOK IBU DALAM KITAB KEJADIAN DAN KELUARAN
APAKAH PARA USKUP ADALAH PENGGANTI PARA RASUL?
Pertama-tama,
harus kita bedakan sebutan yang sering kali muncul yaitu “Kelompok
Kedua Belas” dan “Para Rasul”. Sebutan yang lebih dulu muncul adalah
“Kelompok Dua Belas”, yaitu kelompok orang yang dipilih Yesus semasa
hidup-Nya. Mereka dipilih untuk melambangkan pembaharuan Israel. Mereka
itu duduk di atas singgasana untuk mengadili 12 suku Israel (Mat 19:28;
Luk 22:30). Di situlah sekali Yesus berbicara mengenai pelambangan 12
suku Israel yang diperbaharui oleh “Kelompok Dua Belas”. Mereka
merupakan sosok eskatologis, sebagaimana ditunjukkan oleh peranan mereka
sebagai hakim yang duduk di atas singgasana surgawi. Hal tersebut
diungkapkan oleh Paulus. Paulus melukiskan mereka sebagai kelompok yang
aktif dalam informasi sekitar Gereja muda di Yerusalem (1 Kor 15:5).
Mereka dianggap sebagai bagian dari pengadilan yang diharapkan terjadi
di Yerusalem, di Bukit Zaitun (Kis 1:11-12; Za 14:4-5). Di antara
anggota “Kelompok Dua Belas” itu yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul
giat bekerja di luar Yerusalem hanyalah Petrus dan Yohanes (Gal 2:1;1
Kor 1:12;9:5).
PELINDUNG DAN PERANTARA HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-28 (22-28 Juli 2013)
PELINDUNG
BUNDA KITA YANG DIKANDUNG TANPA NODA DARI APARECIDA
Pelindung Gereja dan keluarga-keluarga
- Biografi : Pada tahun 1717, tiga nelayan, dengan cara mereka menebarkan jala mereka untuk menangkap ikan di perairan Sungai Paraíba, menemukan gambar Bunda Kita. Karena banyak mujizat dan peningkatan devosi ia diproklamasikan sebagai santa pelindung Brasil pada tahun 1930 dan beberapa tahun kemudian didirikan untuk menghormatinya, sebuah basilika besar yang menerima jutaan peziarah setiap tahun. Hari Orang Muda Sedunia memanggilnya sebagai pelindung Gereja dan keluarga untuk menghormatinya.
- Doa : Bunda Allah dan Bundaku, jangan berhenti berdoa untuk keluargaku. Hari ini, aku persembahkan kepadamu! Amin.
KAIN KAFAN TURIN
Kafan Turin adalah kain yang "dipercayai sebagai" pembungkus
mayat Yesus dan kini disimpan dalam gereja di kota Turin, Italia Utara.
Panjang kain itu 4,36 m dan lebarnya 1,12 m. Penginjil memberi kesaksian
bahwa mayat Yesus dikafani (Yoh. 19:40 par). Dan pada waktu Yesus
bangkit, yang tertinggal di makam-Nya hanyalah kain kafan-Nya (Yoh.
20:1-10 par). Sudah lumrahlah bahwa kain kafan Yesus itu dibawa,
disimpan dan dihormati oleh para murid-Nya. Tetapi, karena menjadi murid
Kristus pada tiga abad pertama sangat susah dan diancam akan dibunuh,
maka selama itu pula tak ada berita tentang kain kafan itu.
BULAN KITAB SUCI NASIONAL 2013 : KELUARGA BERSEKUTU DALAM SABDA
BULAN
KITAB SUCI NASIONAL 2013
KELUARGA
BERSEKUTU DALAM SABDA
“Oleh
karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya” (2 Sam
7:29)
GAGASAN
PENDUKUNG
Oleh
: Paskalis Edwin Nyoman Paska (Lembaga Biblika Indonesia)
Paus Benediktus XVI melalui Surat
Apostolik Porta Fidei (Pintu kepada
Iman) mengabdikan tahun 2013 sebagai Tahun
Iman. Sang Gembala Gereja Semesta mengajak segenap umat Kristen untuk
merefleksikan imannya dan sekaligus mengambil langkah kreatif untuk membangun
iman dalam ziarah sepanjang tahun 2013.
Dalam rangka membangun iman yang solid,
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak umat Katolik Indonesia mendalami
dokumen-dokumen Konsili Vatikan II sebagai dasar pijak yang kokoh untuk terus
bertumbuh dalam iman akan Kristus, Sang Penyelamat. Para Bapa Uskup serentak
pula mengajak umat untuk menghayati iman dalam respek dan tanggung jawab kepada
alam sekitar.
SEKILAS TENTANG PALIUM
Setiap tahun pada tanggal 29 Juni, Gereja Katolik sedunia mempunyai "gawe" penting, Hari Raya Santo Petrus dan Paulus. Banyak uskup yang ditahbiskan pada Hari Raya Santo Petrus dan Paulus. Misalnya, Uskup Agung Emeritus Medan A.G.P. Datubara (1975), Uskup Agung Jakarta Julius Riyadi Kardinal Darmaatmadja (1983) dan Uskup Surabaya Vincentius Sutikno Wisaksono (2007). Dengan demikian, bersamaan dengan hari raya ini di beberapa keuskupan dirayakanlah peringatan ulang tahun tahbisan uskup, sesuai yang diamanatkan oleh Caeremoniale Episcoporum (Tata Upacara Para Uskup). Sebagai tambahan, Paus Benediktus XVI juga ditahbiskan menjadi imam di hari raya ini (1951).
MENGENAL BEBERAPA AJARAN SESAT Dl AFRIKA
Gereja Katolik merupakan suatu Gereja
yang satu, kudus dan apostolik. Sungguh suatu karunia
yang besar bagi kita karena sampai sekarang Gereja Katolik tetap menunjukkan
eksistensinya di dunia ini. Ajaran-ajaran Gereja Katolik tetap kokoh walaupun mendapat
rongrongan dari pihak yang anti terhadap Gereja Katolik. Itu terjadi dari sejak
Gereja perdana sampai
sekarang. Berikut ini ada beberapa ajaran sesat yang pernah muncul di Afrika dan ditentang oleh Gereja Katolik.
EVANGELISASI BARU DALAM MASYARAKAT DENGAN SEMANGAT HOSEA
“menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan menuailah menurut kasih setia” (Hosea 10:12)
Kitab Nabi Hosea termasuk dalam kelompok kitab Nabi Kecil. Sebutan
‘nabi kecil’ itu bukan karena peranan atau kedudukan nabi yang
dikisahkan tidak begitu penting, melainkan karena kitab itu pendek,
hanya menyimpan 14 bab dari pewartaan nabi. Dari kitab itu tampillah
sosok nabi yang istimewa. Nampaknya nabi yang menjadi pewarta pesan
kesetiaan ini berasal dari kerajaan Utara (Israel). Kitab sendiri tidak
memberikan banyak keterangan mengenai nabi yang disebut Hosea itu. Nama
Hosea hanya disebut pada awal kitab itu, 1:1 dan 1:2a. Setelah itu nama
itu tidak lagi muncul. Nama itu sendiri barangkali sebuah kependekan
dari kata hwsh’yh (w), yang berarti ‘Yahwe telah menyelamatkan’ atau ‘Selamatkanlah ya Yahwe’.
Dalam awal kitab tersebut disebutkan juga nama ayahnya yaitu Beeri,
tanpa keterangan lain tentang asal usul keluarganya. Dugaan bahwa Hosea
berasal dan berkarya di Kerajaan Israel hanya diperoleh dari kekhasan
dialek yang digunakan dan umat yang menjadi sasaran pesannya, yang
sebagian besar adalah dari penduduk Efraim.
Rupanya tokoh yang ada di balik kitab itu mengenal baik situasi dan
kondisi politik serta sosial pada jamannya. Tempat-tempat yang sering
disebut dalam pewartaan nabi adalah Samaria, 7:1; 8:5-6; 10:5.7; 14:1,
pusat ziarah Betel, 4:15; 12:15 dan Gilgal, 4:15; 9:15; 12:12. Mungkin
di tempat-tempat tersebut nabi mengembangkan kegiatan kenabiannya. Nabi
melihat bahaya kehidupan setempat, yaitu praktek kehidupan penyembahan
berhala kesuburan (Baalisme) yang merasuki kehidupan iman umat akan
Yahwe. Nampak jelas dari pewartaan yang terdapat dalam kitab itu, bahwa
Hosea memiliki kepekaan hati dan ketajaman wawasan iman yang perlu
disampaikan kepada umatnya. Ia mengambil sumber-sumber untuk
pewartaannya dari tradisi kebijaksanaan. Cara pewartaannya menunjukkan
bahwa ia mahir menggunakan bahasa yang menarik, tahu dengan baik tradisi
sejarah bangsanya, yaitu umat Israel.
EVANGELISASI BARU DALAM MASYARAKAT DENGAN SEMANGAT NABI AMOS
“Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti
air, dan kebenaran seperti sungai-sungai yang selalu mengalir.” (Amos 5:24)
Dalam
tahun-tahun terakhir ini istilah “evangelisasi baru” berkumandang di mana-mana
dan mendorong banyak orang untuk semakin mendalami maknanya. Evangelisasi sama sekali
bukanlah kegiatan misioner untuk mewartakan Injil semata-mata dengan tujuan
membaptis orang sebanyak-banyaknya, sebagaimana pernah dipahami di masa-masa
lalu. Evangelisasi sesungguhnya adalah usaha mewartakan kabar gembira tentang
Yesus Kristus kepada umat manusia dalam seluruh aspek kehidupannya (bdk. Evangelii Nuntiandi 14;18). Kalau kini
banyak dibicarakan tentang evangelisasi baru, di manakah sebenarnya letak
kebaruan ini? Kebaruan itu terletak pada semangat, metode dan ungkapannya.Dalam
konteks kita yang tinggal di salah satu negara di Asia, yang rata-rata
berkembang dengan irama pembangunan yang cepat, evangelisasi baru ini perlu
menemukan ungkapannya dengan mengindahkan nilai-nilai yang diajarkan Injil,
sementara melaksanakan pembangunan. Damai sejahtera yang diwartakan Yesus
Kristus sendiri tidaklah mempunyai sisi rohani saja, melainkan mencakup seluruh
segi kehidupan manusia. Pembangunan yang dilakukan setiap negara juga mempunyai
tujuan agar setiap warga negara memperoleh kesejahteraan lahir dan batin
sebagai manusia seutuhnya. Kesejahteraan ini tidaklah dimaksudkan bagi
segelintir orang saja yang memiliki privilese khusus, melainkan harus
diusahakan agar sampai ke segenap orang. Sila kelima dasar negara kita,
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” bahkan secara nyata menegaskan
hal ini. Oleh karena itu, pembangunan negara harus berarti pula pembangunan
keadilan masyarakatnya.
MENGAPA "INJIL" BARNABAS BUKAN INJIL?

Naskah-naskah kuno
tentang "injil" Barnabas
Terbitan injil Barnabas dalam Bahasa
Indonesia merupakan terjemahan injil Barnabas yang sudah beredar dalam bahasa
asing. Ada tiga terbitan injil Barnabas dalam Bahasa Indonesia: 1. Injil
Barnabas, terjemahan J. Bachtiar, jilid ke-l (1969); 2. Injil Barnabas,
terjemahan dari Bahasa Arab, oleh Husein Abubakar dan Abubakar Basjmeleh; dan 3.
Terjemahan Injil Barnabas, dengan diberi notasi ayat-ayat Qur'an oleh Rahnip
M.B.A.
TIMOTIUS : SEJAK KECIL SUDAH AKRAB DENGAN KITAB SUCI
Timotius berasal dari Listra. Ia lahir dari keluarga yang
ayahnya seorang Yunani dan ibunya seorang Yahudi (Kis 16:1; 2Tim 1:5).
Ia berjumpa dengan Paulus di Listra waktu perjalanan misi yang kedua
sekitar tahun 50 (Kis 16:2-4) dan menjadi teman sekerjanya di Asia,
Yunani dan Roma. Penyebutan namanya berulangkali dalam surat-suratnya
(1Tes 1:1; 1Kor 16:10; 2Kor 1:1; Flp 1:1; Flm 1:1) menandakan betapa
besar kepercayaan Paulus kepadanya. Ia disebut kawan sekerja (Rm 16:12),
saudara dan hamba Allah dalam Injil Kristus (1Tes 3:2). Ia dipuji (Flp
2:20) dan diberi salam sebagai anakku yang terkasih dan setia dalam
Tuhan (1Tim 1:2; 2Tim 1:2; 1Kor 4:17). Semua itu menandakan kehangatan
dan keeratan hubungan Paulus dengannya.
SEKILAS TENTANG MINGGU KERAHIMAN ILAHI
Pada tanggal 30 April 2000, bertepatan
dengan proses kanonisasi Santa Faustina Kowalska, Paus Yohanes Paulus II mengumumkan bahwa Hari
Minggu Paskah II, hari Oktaf Paskah (hari ke-7 setelah Paskah), sebagai Hari Minggu
Kerahiman Ilahi dan Gereja Katolik di seluruh dunia diminta untuk merayakannya.
Pemberian nama ini mirip dengan hari oktaf
Natal (hari ke-7 setelah Natal) yang disebut Hari Raya Bunda Allah (1
Januari). Santa Faustina Kowalska adalah seorang biarawati yang mendapat
penampakan-penampakan Yesus dan menggalakkan devosi kepada Kerahiman Ilahi.
RELIKWI
Berasal dari kata Latin reliquuiae, yang berarti sebuah benda, bagian dari tubuh, pakaian dan barang lain, peninggalan yang pernah melekat pada orang suci (santo/santa, beato/beata) yang sudah meninggal. Penghormatan pada relikwi ini merupakan praktek yang sangat primordial, dan memiliki banyak kemiripan dengan praktik religius
berbagai agama di dunia. Untuk menyebut satu contoh, di Kota Athena, Yunani,
peninggalan yang dipercaya dan Oedipus dan Theseus dihormati oleh masyarakat di
sana. Di sana-sini praktik ini juga dijumpai dalam agama Buddha.
"COAT OF ARMS" PAUS BENEDIKTUS XVI
Menurut tradisi,
seorang Paus diperbolehkan mempunyai lambang dan semboyan (coat of arms)
kepausannya yang baru. Terakhir kali yang melaksanakan tradisi ini
adalah Albino Kardinal Luciano pada 1978 saat terpilih menjadi Paus
Yohanes Paulus I. Penggantinya Karol Kardinal Wojtyla, yang setelah terpilih menjadi Paus mengambil nama Paus
Yohanes Paulus II, tetap menggunakan lambang saat ia menjadi Uskup Agung
Krakow, Polandia yaitu huruf M yang melambangkan Maria. Semboyannya
pun tetap, yaitu kata-kata Maria 'Totus Tuus" (= semuanya bagi-Mu).
"COAT OF ARMS" PAUS FRANSISKUS
Paus Fransiskus
telah memilih coat of arms-nya. Coat of arms-nya
tidak berbeda jauh dengan yang digunakannya saat ia masih Uskup Agung Buenos Aires, Argentina. Hanya bagian atas coat of arms-nya diubah untuk mengikuti aturan lambang
kepausan, yaitu tambahan latar belakang biru bersama dengan mitra, dua kunci emas dan perak yang
bersilangan, dan tali merah, simbol tugas kepausannya, seperti pendahulunya Paus Benediktus XVI.
Lencana
Serikat Yesus, ordo di mana Paus Fransiskus menjadi anggotanya, ditempatkan
pada bagian atas tengah perisai. Lencana yang paling menonjol tersebut berupa gambar matahari bersinar dengan huruf IHS (= Yesus Penyelamat Manusia) berwarna merah di tengahnya. Sebuah salib diletakkan di atas huruf H dan tiga paku berwarna hitam
diletakkan di bawahnya.
PAUS FRANSISKUS : YESUIT BERCITARASA FRANSISKAN
Tanggal 13 Maret 2013 pukul 19.06 waktu Roma (14 Maret 2013
pukul 00.06 WIB), fumata (asap) putih
muncul dari cerobong yang berada di atas Kapel Sistina, sementara bel berbunyi
di Lapangan Santo Petrus. Ribuan orang yang sudah menanti sejak 12 Maret 2013
berteriak gembira karena Paus terpilih sudah didapatkan. Mereka bergegas menuju
Lapangan Santo Petrus untuk menanti siapakah yang terpilih menjadi Paus yang
baru.
Sekitar 45 menit kemudian, di balkon
utama Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kardinal-diakon tertua, Jean Louis
Kardinal Tauran berkata : "Annuntio vobis gaudium magnum; habemus
Papam: Eminentissimum ac Reverendissimum Dominum, Dominum Georgium Marium
Sanctae Romanae Ecclesiae Cardinalem Bergoglio qui sibi nomen imposuit
Franciscum" ("Saya mengumumkan kepada Anda suatu
kegembiraan besar; kita mempunyai Paus: Yang utama dan terhormat, Jorge Maria
Kardinal Gereja Roma yang Kudus Bergoglio yang mengambil baginya nama Fransiskus").
Jorge Mario Kardinal Bergoglio, SJ, Uskup Agung Buenos Aires, Argentina,
terpilih menjadi penerus ke-265 dari Takhta Santo Petrus atau Paus ke-266
sepanjang sejarah kepausan dalam konklaf putaran ke-5.
MENGENAL KONKLAF
BENARKAH ORANG KATOLIK MENYEMBAH PATUNG?
Perkembangan dan pertambahan (dari segi jumlah) umat Katolik dewasa ini cukup mengembirakan. Apakah setiap orang Katolik dewasa sudah memahami benar iman Katoliknya? Mampukah mereka mempertanggungjawabkan iman Katoliknya bila pada suatu saat ada kelompok lain yang mempertanyakannya?
Kenyataan memperlihatkan banyak sekali orang Katolik yang belum memahami secara betul dan benar iman mereka. Kasus-kasus berikut lebih memperjelas sikap iman di atas:
SEKILAS TENTANG KARDINAL
Sejak
Paus Benediktus XVI menyatakan pengunduran dirinya pada tanggal 28 Februari
2013, ada sosok yang secara otomatis mulai menarik perhatian banyak orang.
Sosok tersebut adalah para kardinal. Karena merekalah yang akan menentukan
siapa Paus pengganti dalam konklaf. Tetapi siapakah sebenarnya para kardinal
itu? Apakah peran mereka sebatas untuk mengikuti konklaf dan memilih Paus?
SEKILAS TENTANG KAUL DALAM PERJANJIAN LAMA
Dalam Perjanjian Lama terdapat banyak kaul. Tentu saja ada
bermacam-macam maksud dan tingkat peresmiannya, dan juga ada
bermacam-macam hal yang dikaulkan. Sebagai contoh, dalam Mazmur terdapat
banyak kaul atau biasa disebut "nazar" (misal Mzm 22:26;50: 14;61:6
dst). Ketika seseorang berdoa mohon pembebasan dari penyakit atau
lainnya, dan doa ini disertai dengan sebuah janji/kaul sebagai
balasannya (persembahan di kenisah dan sejenisnya). Hal ini tidak
berarti seperti dagang, ada imbal hasil. Kaul dimaksudkan untuk
menekankan kesungguhan doa. Kaul yang sangat terkenal adalah kaul dari
Yefta dalam Hak 11:29-40. Ia mengucapkan kaul untuk mengurbankan apa
saja yang keluar dan pintu rumahnya apabila ia pulang dengan kemenangan
atas orang-orang Amon. Sayang, ketika pulang, anak perempuannyalah yang
ia jumpai. Yefta menganggap bahwa ia tidak dapat melepaskan diri dari
tanggung jawab untuk mengucapkan kaul, karena itu ia melaksanakannya.
Dan yang menarik, dalam Perjanjian Lama kaul kemurnian tidak dapat
dipahami, karena Israel sangat menghargai karunia anak. Perempuan tanpa
anak patut disayangkan (misal : Hana dalam 1Sam 1).
CINCIN NELAYAN
Cincin Nelayan, yang dalam Bahasa Italia dikenal sebagai Pescatorio, adalah sebuah perlengkapan resmi yang digunakan
oleh Paus. Cincin ini memiliki ukiran (Italia: basso rilievo) gambar Santo Petrus sedang menjala ikan dari sebuah kapal - sebuah lambang yang berasal
dari tradisi bahwa para rasul adalah "penjala manusia" (Mrk1:17). Cincin Nelayan ini adalah sebuah signet (cincin untuk
stempel di gumpalan lilin) yang digunakan hingga tahun 1842 untuk
menaruh stempel pada dokumen resmi yang ditandatangani oleh Paus.
PENAMPAKAN DALAM PERJANJIAN BARU
Bila orang berbicara tentang penampakan dalam kerangka
pikir teologis, yang dimaksudkan ialah pengalaman akan hal yang tidak
terlihat dan tidak terdengar - baik itu tentang benda maupun tentang
manusia - menjadi terlihat dan terdengar meskipun pada kenyataannya
tetap tidak terjangkau oleh kekuatan manusiawi. Kerangka pikir teologis
tersebut cukup menjelaskan bahwa penampakan seperti itu mungkin terjadi.
Allah tetap bebas menyapa manusia dalam pelbagai cara. Lalu, penampakan
seperti itu merupakan karunia Allah bagi manusia yang kemudian
tercermin dalam kehidupan manusia itu sendiri.
Tetapi masalahnya, akibat penampakan itu tentu saja tidak sama dengan
karya Allah sendiri. Maka sebagai orang Katolik, kita perlu
memperhatikan pedoman dasar yang dianut dalam Tradisi Katolik mengenai
segala pengalaman religius, termasuk penampakan. Pengalaman religius
adalah pengaruh adikodrati karunia Allah. Pengalaman itu harus
dibuktikan dalam kehidupan, tidak bisa hanya diandaikan saja,
sebagaimana juga pewahyuan menjadi nyata dalam kehidupan.
Mengenai pertanyaan : apakah penampakan itu sungguh terjadi, teologi
sebetulnya mengandalkan ilmu-ilmu lain, seperti ilmu jiwa, sosiologi dan
sebagainya. Ilmu-ilmu lain itu juga memerlukan keterbukaan akan
keyakinan teologis atas adanya rahmat yang dikaruniakan Allah dalam
kehidupan ini.
ASAL USUL HARI RAYA PENTAKOSTA
Dalam Im 23:16, ‘limapuluh hari’ menunjuk pada jumlah hari yang
dihitung mulai dari persembahan berkas jelai pada permulaan hari raya
Paskah. Dan pada hari ke-50 dirayakanlah Hari Raya Pentakosta. Karena 50
hari = 7 minggu, hari itu juga disebut khag syavu’ot atau Hari
Raya Tujuh Minggu (Kel 34:22; Ul 16:10). Hari itu menandakan selesainya
menuai jelai yang dihitung mulai dari sejak pertama kalinya menyabit
gandum (Ul 16:9), dan waktu imam mengunjukkan berkas tuaian itu 'pada
hari sesudah sabat itu' (Im 23:11). Hari itu disebut juga khag haqqatsir atau hari raya menuai, dan yom habbikkurim
atau hari buah bungaran (Kel 23:16; Bil 28:26). Hari raya itu tidak
dirayakan hanya pada zaman Pentateukh, tetapi juga pada zaman
Salomo (2Taw 8:13), sebagai hari raya kedua dari ketiga pesta tahunan
(bdk Ul 16:16).
MAKNA ASAP DAN KAPEL SISTINA
Sudah sejak lama manusia menggunakan simbol untuk berkomunikasi. Jauh sebelum Masehi, pada zaman Yunani kuno, manusia menggunakan nyala api obor untuk berkomunikasi jarak jauh. Asap sebagai simbol juga dikenal dalam Perjanjian Lama. Tentang kakak-beradik, Kain dan Habel. Kain menjadi petani dan Habel menjadi gembala kambing domba. Suatu waktu, keduanya mempersembahkan korban kepada Yahwe dan dari korban bakaran itu keluar asap. Asap dari korban Kain tegak lurus menghadap ke langit. Sedangkan asap korban persembahan Habel berputar-putar, mengepul di atas permukaan tanah, dan tidak sampai ke langit.
Tapi itulah simbol. Kitab Suci penuh dengan simbol. Apa arti asap dalam persembahan Kain-Habel? Asap yang tegak lurus menghadap ke langit, berarti diterima Yahwe. Bukankah Yahwe bersemayam di atas? Dan atas adalah simbol kuasa? Sementara asap korban Habel tidak sampai ke atas dan tidak berkenan pada Yahwe.
ALLAH TRITUNGGAL MENURUT GEREJA KATOLIK
Iman kepada Allah Tritunggal berarti mengakui adanya satu Allah dalam
tiga Pribadi. Gereja Katolik tetap memegang teguh monoteisme, artinya hanya ada
satu Allah. Adanya tiga Pribadi ilahi itu tidak sama dengan adanya tiga tiga
Allah (triteisme). Memang, kata "Tritunggal" sendiri memang tidak
ditemukan dalam Kitab Suci, tetapi isi ajaran imannya murni dianggap dari Kitab
Suci. Kiranya isi ajaran iman jauh lebih penting daripada sekedar label atau
istilah. Gereja hanya merumuskan ajaran yang sudah ada dalam Kitab Suci dan
dihayati Gereja awal. Yang dirumuskan bukanlah suatu kebenaran baru hasil
rekayasa.
Ajaran Allah Tritunggal berarti ada hanya satu Allah dengan tiga Pribadi yang benar-benar berbeda satu sama lain. Antara ketiga Pribadi itu ada kesatuan sempurna dalam keallahan sehingga bukannya ada tiga Allah tetapi hanya ada satu Allah. Dalam karya keluar dari diri-Nya, ketiga Pribadi Allah itu selalu bekerja bersama-sama. Meskipun demikian bisa juga dilakukan pembedaan bahwa Allah Bapa lebih dominan dalam penciptaan, Allah Putra lebih berperan dalam penebusan, dan Allah Roh Kudus lebih berperan pada pengudusan. Pembedaan ini tetap tidak menyangkal bahwa ketiga-Nya bekerjasama. Ketiga Pribadi Tritunggal itu tetap pribadi yang berbeda, berlawanan dengan ajaran sesat Modalisme sekitar abad 3. Ajaran modalisme begitu menekankan kesatuan Allah Tritunggal sehingga tidak mengakui perbedaan pribadi Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus sehingga perbedaan melulu pada fungsi saja.
"BIOGRAFI" SINGKAT DAUD
Daud adalah raja terbesar orang Israel. Ia hidup sekitar tahun 1015-975 SM. Daud adalah anak bungsu Isai, orang Benyamin. Ia diurapi sebagai raja secara diam-diam oleh Samuel. Mula-mula Daud adalah pembawa senjata raja Saul. Daud piawai memainkan kecapi sehingga ia bisa mengusir kemurungan raja. Tetapi peristiwa yang sangat lerkenal antara Daud dan Goliat, raksasa unggulan Filistin, mengubah segala-galanya. Ketangkasan dan keterampilan Daud menggunakan umbannya memusnahkan kekuatan dan mematikan raksasa Goliat, adalah awal kerontokan orang Filistin. Jalan sudah terbuka bagi Daud untuk memetik pahala yang dijanjikan Saul, yaitu mempersunting putri raja, dan kebebasan membayar pajak bagi sanak keluarga bapak Daud. Tapi unsur baru mengubah jalannya sejarah. Raja Saul cemburu melihat pejuang Israel yang baru ini. Sewaktu ia pulang dari pertempuran mengalahkan Goliat, kaum perempuan Israel menyongsong dia dengan nyanyian Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa'. Sejak itu maka Saul selalu mendengki Daud.
“RESEP” SEDERHANA MEMBACA KITAB SUCI
Santo Agustinus pernah mengalami
keseganan yang sangat saat membaca Kitab Suci. Mengapa ? Ia mengalami frustasi
ketika mencoba membaca Kitab Suci yang asing baginya. Baginya Kitab Suci aneh
dan tidak karuan, bahkan bodoh dan kasar! Padahal Santo Agustinus bukanlah
orang bodoh. Ia sangat pandai dan ambisius. Nah, ternyata orang macam Santo
Agustinus bisa mengalami kelesuan dan frustasi dalam membaca Kitab Suci,
Ternyata persoalannya bukan pada kepandaian yang membuat seseorang “sulit”
membaca Kitab Suci sehingga “alergi” terhadapnya. Jangan-jangan pendapat yang
mengatakan Kitab Suci itu sulit tidak berasal dari pengalaman pribadi (setelah
membaca sendiri lalu mengatakan bahwa Kitab Suci itu sulit), melainkan berasal
dari komentar-komentar orang yang begitu saja diambil alih. Belum mencoba
membaca sudah mengatakan sulit! Lalu kalau begitu apa persoalannya ?
FUNDAMENTALISME ALKITAB
Kata
“fundamentalisme” terdiri dari dua unsur, yaitu “fundamental” dan
“isme”. Kata “fundamental” mengacu pada kata “fundamen”, yaitu
dasar/asas/alas/pondasi. Jadi “fundamental” searti dengan bersifat
dasar/pokok, mendasar. Sedangkan “isme” dapat diartikan sebagai suatu
sistem kepercayaan mutlak berdasarkan apa saja (misal : politik,
keagamaan, sosial).
Yang dibicarakan dalam tulisan ini adalah fundamentalisme agama. Kelemahan utama fundamentalisme agama adalah perhatian yang berlebih-lebihan pada sistem ajaran keagamaan ciptaannya sendiri. Kaum fundamentalis begitu sibuk dengan ajaran religiusnya sehingga ajaran itu dijadikan tujuan akhir perjuangan mereka, padahal seharusnya ajaran apa saja hanyalah merupakan sarana belaka untuk mencapai tujuan yang lebih mulia.
Yang dibicarakan dalam tulisan ini adalah fundamentalisme agama. Kelemahan utama fundamentalisme agama adalah perhatian yang berlebih-lebihan pada sistem ajaran keagamaan ciptaannya sendiri. Kaum fundamentalis begitu sibuk dengan ajaran religiusnya sehingga ajaran itu dijadikan tujuan akhir perjuangan mereka, padahal seharusnya ajaran apa saja hanyalah merupakan sarana belaka untuk mencapai tujuan yang lebih mulia.
BELAJAR DARI PERJANJIAN LAMA, BAGAIMANA MENGAJARKAN KITAB SUCI PADA ANAK SEJAK DINI
Secara garis besar tahap-tahap pengajaran formal perintah Taurat kepada anak-anak Israel dapat dibagi menjadi :
1. Pada umur 5 tahun : Mempelajari Kitab Suci (tanggung jawab dan kewajiban setiap keluarga)
- dimulai dengan membaca dan menuliskan 22 alfabet Ibrani
- latihan-latihan menyusun kalimat
- membaca potongan-potongan teks dari gulungan Kitab Suci
- membaca gulungan Taurat yang utuh
DARI PETRUS HINGGA BENEDIKTUS XVI : PONTIFIKASI TERLAMA DAN TERSINGKAT
![]() |
Paus Pius IX, paus dengan pontifikasi terlama |
DARI PETRUS HINGGA BENEDIKTUS XVI : SERBA-SERBI YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR
![]() |
Santo Petrus, paus pertama |
ALKITAB DAN EVANGELISASI BARU
1.
PENDAHULUAN
"Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa
berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan
berita selamat dan berkata kepada Sion "Allahmu itu Raja" (Yes
52:7). Begitulah kitab Deutero-Yesaya melukiskan kedatangan bentara Allah yang
mewartakan kabar baik bahwa Allah Israel berkenan meraja. Kedatangan pembawa
kabar itu kelihatan indah dan menyenangkan sebab yang dibawanya adalah kabar
baik tentang kedatangan Kerajaan Allah, suatu kerajaan di mana hanya ada
sukacita, damai dan keselamatan. Adapun kata kerja "mewartakan kabar
baik" yang dipakai dalam teks Ibrani Yes 52:7 adalah bisser. Sedangkan dalam terjemahan bahasa Yunaninya (LXX), kata bisser itu diterjemahkan dengan kata
kerja euaggelizomai.
Apa yang dilukiskan dalam Yes 52 ini
melambangkan sekaligus mempersiapkan kedatangan Yesus Kristus, Sang Pembawa
Kabar Gembira yang sempurna. Kata kerja "membawa kabar baik" (= euaggelizomai) juga dipakai oleh para
penginjil untuk merumuskan misi Yesus di dunia ini. Dialah utusan Allah yang
dipenuhi dengan Roh Tuhan untuk "menyampaikan kabar baik (= euaggelizomai) kepada orang-orang
miskin..." (Luk 4:18-19). Ketika Yohanes Pembaptis mengutus para muridnya
untuk menanyakan apakah Yesus itu Dia yang dinanti-nantikan bangsa Israel,
Yesus memberi jawaban demikian: "Pergilah dan beritakanlah kepada Yohanes
apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,
orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan
kepada orang miskin diberitakan kabar baik" (Mat 11:4-5). Jadi, adalah
tugas Yesus membawa sukacita kepada mereka yang menyaksikan dan menerima karya
dan perkataan-Nya; reaksi normal orang yang mengalami atau melihat karya Yesus
adalah memuliakan Allah (bdk. Luk 5:25-26; 7:16; dll).
"PERTOBATAN" MACAM APAKAH YANG DIALAMI SANTO PAULUS?

Dalam Kitab Suci, banyak sekali tokoh iman yang
mengalami peran Allah dalam hidup. Peran Allah tersebut terutama dialami
sebagai titik balik perubahan hidup mereka. Salah satu tokoh iman yang
mengalami peran Allah secara dramatis adalah Santo Paulus ketika ia berada
dekat Damsyik. Liturgi Gereja pun secara khusus merayakan peristiwa tersebut
setiap tanggal 25 Januari dalam Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul. Tulisan
singkat ini mau mencoba menelusuri pengalaman macam apakah yang dialami Santo
Paulus? Apakah yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa di dekat Damsyik
tersebut? Benarkah Santo Paulus mengalami pertobatan?
"RIWAYAT HIDUP" SANTO PAULUS
Santo Paulus adalah rasul agung dan
bentara firman
Allah. Ia dulu “menganiaya” Tuhan, tetapi kemudian seluruh hidupnya
dipersembahkan bagi Dia. Paulus tetap setia, bahkan sampai mati. Paulus
terpanggil mewartakan Injil setelah ia bertobat. Ia mengadakan
perjalanan jauh ke daerah-daerah di Asia Kecil dan diperkirakan menempuh
jarak sekitar 5000 km! Tak heran ada yang menjulukinya sebagai ‘atlet
Allah”.
Sumber
utama informasi mengenai “riwayat hidup” Santo Paulus terdapat dalam
Perjanjian Baru (Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus). Ada satu hal
yang perlu diingat : Perjanjian Baru tidak menaruh minat akan “riwayat
hidup” Paulus. Akibatnya, jika kita ingin menyusun “riwayat hidup”
Paulus, kita akan menghadapi ketidaklengkapan. Data dari sumber-sumber
lain kiranya dapat "menyempurnakan" penyusunan “riwayat hidup” Santo
Paulus.
SANTO YOSEF : DALAM TERANG KITAB SUCI DAN AJARAN GEREJA
Santo Yosef adalah seorang ”bisu”
bagi kebanyakan orang. Mengapa? Karena sangat sedikit ”data” pribadinya yang
dapat diketahui orang. Bahkan dalam Injil pun, tidak didapati satu patah kata
pun yang keluar dari mulutnya! Injil Matius dan Lukas hanya menampilkan Santo
Yosef ketika ia sudah bertunangan dengan Maria dan ketika Yesus masih
kanak-kanak. Setelah itu, kehidupannya mulai ”tersembunyi”. Tetapi, meskipun
kiranya kita sukar mengubur perannya dalam sejarah iman kita. Maka, marilah
kita mencoba ”mencari” dia dan memberi tempat dalam hidup kita melalui tulisan
singkat ini.
SEKILAS TENTANG KISAH PARA RASUL
APAKAH SANTO YOHANES RASUL ADALAH PENGARANG INJIL YOHANES?
APAKAH INJIL LUKAS (DAN KISAH PARA RASUL) DITULIS OLEH LUKAS?
MUKJIZAT TUHAN YESUS
Mukjizat-mukjizat
Yesus bisa dipandang dari berbagai sudut pandang. Oleh karena itu, kita mencoba
membahas beberapa aspek penting dari mukjizat itu. Dengan diharapkan kita bisa
mempunyai gambaran yang kurang lebih lengkap tentang mukjizat-mukjizat Yesus.
Yesus dan Mukjizat-mukjizat-Nya
Mukjizat! Tidak
bisa dipungkiri bahwa kata itu bak magnet yang mengundang banyak orang untuk memperbincangkan dan mempersoalkannya. Tidak harus dipungkiri bahwa mukjizat
bisa kita teropong dari pelbagai macam sudut, baik dalam konteks religius
maupun di luar konteks religius. Akan tetapi, di sini mukjizat akan diteropong dari Kitab Suci. Bahwa nanti kita juga akan
menyinggung kisah mukjizat dari perspektif lain, itu lain perkara.
MASA NATAL
Masa Natal dimulai dari Ibadat
Sore I Hari Raya Natal (Ibadat Harian/Brevir yang didoakan oleh
imam/biarawan-biarawati, sebelum Misa Malam Natal yang pertama) yang diikuti dengan Misa Malam Natal pada
tanggal 24 Desember. Lalu dilanjutkan dengan Hari Raya Natal yang dirayakan tanggal 25
Desember. Masa Natal terus berlanjut dengan Oktaf Natal yang terdiri
dari beberapa Pesta, yaitu Pesta Santo Stefanus, martir pertama (26 Desember), Pesta
Santo Yohanes, Rasul Pengarang Injil (27 Desember), Pesta
Para Kanak-kanak Suci, martir - Para Kanak-kanak yang dibunuh oleh Herodes (28
Desember), dan Pesta Keluarga Kudus (pada hari Minggu di antara 25 Desember dan 1 Januari, dan jika
tidak ada hari Minggu di antaranya maka dirayakan pada 30 Desember). Oktaf Natal ditutup
dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah (1 Januari yang juga adalah
Hari Perdamaian Sedunia). Setelah itu dimulailah Hari Biasa dalam Masa Natal.
BAGAIMANA HUBUNGAN PENTATEUKH DAN PERJANJIAN BARU?
Subscribe to:
Posts (Atom)