![]() |
Paus Pius IX, paus dengan pontifikasi terlama |
DARI PETRUS HINGGA BENEDIKTUS XVI : PONTIFIKASI TERLAMA DAN TERSINGKAT
DARI PETRUS HINGGA BENEDIKTUS XVI : SERBA-SERBI YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR
![]() |
Santo Petrus, paus pertama |
ALKITAB DAN EVANGELISASI BARU
1.
PENDAHULUAN
"Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa
berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan
berita selamat dan berkata kepada Sion "Allahmu itu Raja" (Yes
52:7). Begitulah kitab Deutero-Yesaya melukiskan kedatangan bentara Allah yang
mewartakan kabar baik bahwa Allah Israel berkenan meraja. Kedatangan pembawa
kabar itu kelihatan indah dan menyenangkan sebab yang dibawanya adalah kabar
baik tentang kedatangan Kerajaan Allah, suatu kerajaan di mana hanya ada
sukacita, damai dan keselamatan. Adapun kata kerja "mewartakan kabar
baik" yang dipakai dalam teks Ibrani Yes 52:7 adalah bisser. Sedangkan dalam terjemahan bahasa Yunaninya (LXX), kata bisser itu diterjemahkan dengan kata
kerja euaggelizomai.
Apa yang dilukiskan dalam Yes 52 ini
melambangkan sekaligus mempersiapkan kedatangan Yesus Kristus, Sang Pembawa
Kabar Gembira yang sempurna. Kata kerja "membawa kabar baik" (= euaggelizomai) juga dipakai oleh para
penginjil untuk merumuskan misi Yesus di dunia ini. Dialah utusan Allah yang
dipenuhi dengan Roh Tuhan untuk "menyampaikan kabar baik (= euaggelizomai) kepada orang-orang
miskin..." (Luk 4:18-19). Ketika Yohanes Pembaptis mengutus para muridnya
untuk menanyakan apakah Yesus itu Dia yang dinanti-nantikan bangsa Israel,
Yesus memberi jawaban demikian: "Pergilah dan beritakanlah kepada Yohanes
apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,
orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan
kepada orang miskin diberitakan kabar baik" (Mat 11:4-5). Jadi, adalah
tugas Yesus membawa sukacita kepada mereka yang menyaksikan dan menerima karya
dan perkataan-Nya; reaksi normal orang yang mengalami atau melihat karya Yesus
adalah memuliakan Allah (bdk. Luk 5:25-26; 7:16; dll).
"PERTOBATAN" MACAM APAKAH YANG DIALAMI SANTO PAULUS?

Dalam Kitab Suci, banyak sekali tokoh iman yang
mengalami peran Allah dalam hidup. Peran Allah tersebut terutama dialami
sebagai titik balik perubahan hidup mereka. Salah satu tokoh iman yang
mengalami peran Allah secara dramatis adalah Santo Paulus ketika ia berada
dekat Damsyik. Liturgi Gereja pun secara khusus merayakan peristiwa tersebut
setiap tanggal 25 Januari dalam Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul. Tulisan
singkat ini mau mencoba menelusuri pengalaman macam apakah yang dialami Santo
Paulus? Apakah yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa di dekat Damsyik
tersebut? Benarkah Santo Paulus mengalami pertobatan?
"RIWAYAT HIDUP" SANTO PAULUS
Santo Paulus adalah rasul agung dan
bentara firman
Allah. Ia dulu “menganiaya” Tuhan, tetapi kemudian seluruh hidupnya
dipersembahkan bagi Dia. Paulus tetap setia, bahkan sampai mati. Paulus
terpanggil mewartakan Injil setelah ia bertobat. Ia mengadakan
perjalanan jauh ke daerah-daerah di Asia Kecil dan diperkirakan menempuh
jarak sekitar 5000 km! Tak heran ada yang menjulukinya sebagai ‘atlet
Allah”.
Sumber
utama informasi mengenai “riwayat hidup” Santo Paulus terdapat dalam
Perjanjian Baru (Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus). Ada satu hal
yang perlu diingat : Perjanjian Baru tidak menaruh minat akan “riwayat
hidup” Paulus. Akibatnya, jika kita ingin menyusun “riwayat hidup”
Paulus, kita akan menghadapi ketidaklengkapan. Data dari sumber-sumber
lain kiranya dapat "menyempurnakan" penyusunan “riwayat hidup” Santo
Paulus.
SANTO YOSEF : DALAM TERANG KITAB SUCI DAN AJARAN GEREJA
Santo Yosef adalah seorang ”bisu”
bagi kebanyakan orang. Mengapa? Karena sangat sedikit ”data” pribadinya yang
dapat diketahui orang. Bahkan dalam Injil pun, tidak didapati satu patah kata
pun yang keluar dari mulutnya! Injil Matius dan Lukas hanya menampilkan Santo
Yosef ketika ia sudah bertunangan dengan Maria dan ketika Yesus masih
kanak-kanak. Setelah itu, kehidupannya mulai ”tersembunyi”. Tetapi, meskipun
kiranya kita sukar mengubur perannya dalam sejarah iman kita. Maka, marilah
kita mencoba ”mencari” dia dan memberi tempat dalam hidup kita melalui tulisan
singkat ini.
SEKILAS TENTANG KISAH PARA RASUL
APAKAH SANTO YOHANES RASUL ADALAH PENGARANG INJIL YOHANES?
APAKAH INJIL LUKAS (DAN KISAH PARA RASUL) DITULIS OLEH LUKAS?
MUKJIZAT TUHAN YESUS
Mukjizat-mukjizat
Yesus bisa dipandang dari berbagai sudut pandang. Oleh karena itu, kita mencoba
membahas beberapa aspek penting dari mukjizat itu. Dengan diharapkan kita bisa
mempunyai gambaran yang kurang lebih lengkap tentang mukjizat-mukjizat Yesus.
Yesus dan Mukjizat-mukjizat-Nya
Mukjizat! Tidak
bisa dipungkiri bahwa kata itu bak magnet yang mengundang banyak orang untuk memperbincangkan dan mempersoalkannya. Tidak harus dipungkiri bahwa mukjizat
bisa kita teropong dari pelbagai macam sudut, baik dalam konteks religius
maupun di luar konteks religius. Akan tetapi, di sini mukjizat akan diteropong dari Kitab Suci. Bahwa nanti kita juga akan
menyinggung kisah mukjizat dari perspektif lain, itu lain perkara.
MASA NATAL
Masa Natal dimulai dari Ibadat
Sore I Hari Raya Natal (Ibadat Harian/Brevir yang didoakan oleh
imam/biarawan-biarawati, sebelum Misa Malam Natal yang pertama) yang diikuti dengan Misa Malam Natal pada
tanggal 24 Desember. Lalu dilanjutkan dengan Hari Raya Natal yang dirayakan tanggal 25
Desember. Masa Natal terus berlanjut dengan Oktaf Natal yang terdiri
dari beberapa Pesta, yaitu Pesta Santo Stefanus, martir pertama (26 Desember), Pesta
Santo Yohanes, Rasul Pengarang Injil (27 Desember), Pesta
Para Kanak-kanak Suci, martir - Para Kanak-kanak yang dibunuh oleh Herodes (28
Desember), dan Pesta Keluarga Kudus (pada hari Minggu di antara 25 Desember dan 1 Januari, dan jika
tidak ada hari Minggu di antaranya maka dirayakan pada 30 Desember). Oktaf Natal ditutup
dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah (1 Januari yang juga adalah
Hari Perdamaian Sedunia). Setelah itu dimulailah Hari Biasa dalam Masa Natal.
BAGAIMANA HUBUNGAN PENTATEUKH DAN PERJANJIAN BARU?
INDULGENSI
Ajaran Gereja Katolik mengenai Dosa
Setiap
dosa mempunyai dua unsur, yakni : kesalahan dan hukuman dosa. Setiap
dosa yang dilakukan manusia tidak hanya "melukai" hati Allah, tetapi
juga meninggalkan luka-luka rohani pada jiwanya (kecenderungan pada
dosa-dosa tertentu). Bagi orang yang melakukan dosa (berat maupun
ringan) dan kemudian orang itu bertobat dan mohon ampun, maka Allah akan
mengampuni kesalahannya. Tetapi untuk membersihkan jiwanya dari
luka-luka rohani itu, Allah memberikan apa yang disebut hukuman
sementara. Sedangkan bagi orang yang melakukan dosa berat tetapi ia
tidak mau bertobat, maka Allah menyediakan bagi dia hukuman kekal di
neraka (terpisah secara definitif dari Allah). Kesimpulannya : jika
orang mendapat pengampunan dosa, yang diampuni adalah kesalahannya,
sedangkan hukuman sementaranya tidak hilang.
APAKAH MUSA MENULIS TAURAT (PENTATEUKH) ?
Selama berabad-abad yang lampau orang beranggapan bahwa Musa
menulis Taurat (Pentateukh). Sampai sekarang pun memang masih banyak orang yang menganggap Musa
sebagai pengarang Taurat. Tetapi mulai sekitar abad pertengahan orang mulai
meragukannya karena bagaimana ia dapat menulis kematiannya dalam Ulangan
bab 34.
COMITES CHRISTI
Lambang yang sering dipakai untuk menghormati Comites Christi tersebut adalah :
MINYAK LITURGI YANG DIPAKAI DALAM GEREJA KATOLIK
Pernahkah Anda mendengar
Misa Minyak ? Mengapa disebut Misa Minyak ? Karena dalam misa ini, uskup
memberkati 3 macam minyak yang akan dipakai dalam Gereja selama 1
tahun. Ketiga minyak itu dibagikan kepada para pastor paroki untuk
kepentingan umat di paroki masing-masing. Minyak tersebut terdiri dari
tiga jenis yang ditempatkan pada wadah yang berbeda dan dibedakan berdasarkan keperluannya.
LAMBANG PARA PENGINJIL
Gambar makhluk hidup bersayap yang merupakan
lambang dari para penginjil sering kita jumpai berkat karya seniman
Kristen awal, tampaknya telah digunakan pada masa yang sangat awal.
Gambar tersebut diambil dari penglihatan Nabi Yehezkiel dan Kitab Wahyu.
Tulisan-tulisan Santo Hieronimus pada awal abad kelima, dengan alasan
yang panjang lebar, memberikan otoritas pada para seniman memperuntukkan keempat makhluk bagi para penginjil.
MENGENAL ORANG-ORANG MAJUS
SEKILAS TENTANG GAGASAN IMAMAT DALAM PERJANJIAN LAMA
Dalam
Perjanjian Baru, kata ”kudus” muncul amat jarang, kecuali dalam frasa
”Roh Kudus”. Oleh karena itu ajakan menjadi kudus bukan gagasan populer
dalam Perjanjian Baru. Akan tetapi dalam Perjanjian Lama, ajakan menjadi
kudus begitu sentral. Dari ajakan menjadi kudus inilah muncul fungsi
imamat dalam masyarakat Israel. Bagaimana duduk perkaranya ? Marilah
kita telusuri lebih lanjut.
"BIOGRAFI" ABRAHAM MENURUT KITAB KEJADIAN
DOGMA "MARIA BUNDA ALLAH"
Apakah Allah punya ibu ? Dalam arti apakah Maria itu disebut Bunda Allah? Bagaimana sebenarnya duduk perkaranya ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tetap menjadi suatu tanda tanya besar bagi umat Katolik yang mau meningkatkan devosi mereka kepada Bunda Maria. Apalagi kadang kala devosi umat Katolik melewati batas wajar, seolah-olah Maria menyingkirkan Yesus, bahkan Allah sendiri. Padahal Maria, seperti digambarkan Perjanjian Baru, mengaku dirinya adalah hamba Allah yang hina dina (Luk 1:38,48).
Subscribe to:
Posts (Atom)