Pernahkah Anda mendengar
Misa Minyak ? Mengapa disebut Misa Minyak ? Karena dalam misa ini, uskup
memberkati 3 macam minyak yang akan dipakai dalam Gereja selama 1
tahun. Ketiga minyak itu dibagikan kepada para pastor paroki untuk
kepentingan umat di paroki masing-masing. Minyak tersebut terdiri dari
tiga jenis yang ditempatkan pada wadah yang berbeda dan dibedakan berdasarkan keperluannya.
Tiga jenis minyak tersebut adalah :
Tiga jenis minyak tersebut adalah :
- Minyak Katekumen atau Oleum Catechumenorum : Pada wadah dari minyak ini ditulis OC. Minyak ini dipakai imam untuk pemberkatan calon baptis.
- Krisma Suci atau Sacrum Crisma : Pada wadah dari minyak ini ditulis SC. Minyak ini dipakai uskup dan imam untuk macam-macam tahbisan uskup dan tahbisan imam, untuk sakramen krisma, untuk pengudusan altar, pengudusan gereja, pengudusan lonceng gereja, dan lain-lain.
- Minyak untuk orang sakit atau Oleum Infirmorum : Pada wadah dari minyak ini ditulis OI. Minyak ini dipakai imam untuk pengurapan orang sakit.
Minyak liturgi yang dipakai umumnya adalah minyak yang dibuat dari
pohon zaitun. Menurut buku-buku pontifikal Romawi (1970) minyak liturgi
juga dapat berasal dari tumbuh-tumbuhan lain. Khusus untuk minyak
krisma, diberikan campuran balsam atau minyak dari bunga-bunga. Minyak
liturgi melambangkan daya kekuatan Allah yang menyembuhkan (pada
pengurapan orang sakit) dan juga melambangkan daya kekuatan Allah yang
memberi kekuatan bagi perjuangan hidup ini (pengurapan minyak pada
katekumen dan krisma) dan penyertaan Allah dalam tugas kepemimpinan
(tahbisan).