Social Icons

Showing posts with label Sebaiknya Anda Tahu. Show all posts
Showing posts with label Sebaiknya Anda Tahu. Show all posts

PINTU SUCI

Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan 9 Mei 2024 secara resmi Paus Fransiskus mengumumkan Yubileum Biasa 2025 melalui bulla berjudul Spes Non Confundit (Pengharapan Tidak Mengecewakan). Dalam rangka Yubelium Pengharapan yang berlangsung 24 Desember 2024 hingga 6 Januari 2026 tersebut, lima Pintu Suci akan dibuka.

 

Pada Malam Natal, 24 Desember 2024, mengawali Yubelium Biasa 2025, Paus Fransiskus akan membuka Pintu Suci Basilika Santo Petrus, Vatikan. Pintu Suci ini akan menjadi pintu terakhir yang ditutup pada Hari Raya Penampakan Tuhan 6 Januari 2026, yang menandai berakhirnya Yubileum Biasa 2025.

 

Selanjutnya, pada 26 Desember, Pesta Santo Stefanus, Paus Fransiskus membuka Pintu Suci Lembaga Pemasyarakatan Rebibbia, Roma. Sebagaimana tertulis dalam bulla Spes Non Confundit, untuk memberikan tanda nyata kedekatan kepada para narapidana, beliau menyatakan keinginannya untuk membuka sendiri Pintu Suci di lembaga pemasyarakatan tersebut. Harapannya, tanda tersebut mengundang para narapidana untuk menatap masa depan dengan harapan dan rasa percaya diri yang diperbarui.

 

Tiga Pintu Suci lainnya berlokasi di Basilika Santo Yohanes Lateran, Basilika Santa Maria Maggiore, Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Pintu Suci Basilika Santo Yohanes Lateran, yang pada 9 November 2024 merayakan 1700 tahun peresmiannya, akan dibuka pada Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yusuf, 29 Desember 2024. Kemudian, pada 1 Januari 2025, Hari Raya Maria Bunda Allah, akan dibuka Pintu Suci Basilika Santa Maria Maggiore.  Sedangkan, pada 5 Januari 2025, akan dibuka Pintu Suci Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Ketiga Pintu Suci tersebut akan ditutup pada 28 Desember 2025.

 

Pada hari Minggu, 29 Desember 2024, para uskup diosesan hendaknya merayakan Misa Kudus pembukaan Yubileum Biasa 2025 di setiap katedral dan co-katedral, dengan menggunakan petunjuk-petunjuk ritual yang akan disediakan pada kesempatan itu. Tahun Suci akan berakhir di Gereja-Gereja partikular pada hari Minggu, 28 Desember 2025. Sepanjang tahun ini, segala upaya harus dilakukan untuk memungkinkan Umat Tuhan berpartisipasi penuh dalam pewartaan harapan akan rahmat Tuhan dan tanda-tanda yang membuktikan keampuhannya.

 

Paparan di atas menyiratkan sangat pentingnya Pintu Suci dalam setiap Yubelium. Pertanyaan “Apa Pintu Suci?”, “Dari mana asal sebutan itu?”, dan “Apa maknanya?” akan menjadi telaah kita.


Apa yang Dikatakan Para Paus


Paus Fransiskus dan Santo Yohanes Paulus II telah menjelaskan tradisi tersebut dalam dokumen resmi.

 

“Dalam tradisi Katolik, Pintu Suci melambangkan jalan menuju keselamatan — jalan menuju kehidupan baru dan kekal, yang dibuka bagi umat manusia oleh Yesus,” jelas Paus Fransiskus dalam Spes Non Confundit.

 

Seperempat abad sebelumnya, Santo Yohanes Paulus II menulis tentang Pintu Suci dalam Incarnationis Mysterium (Misteri Penjelmaan), bulla tentang Yubelium Agung. Beliau menjelaskan bahwa Pintu Suci “membangkitkan peralihan dari dosa menuju anugerah yang harus dilaksanakan oleh setiap orang kristiani. Yesus berkata: ‘Akulah pintu’ (Yoh 10:7), untuk memperjelas bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Dia. Sebutan yang diterapkan Yesus pada diri-Nya ini memberi kesaksian tentang fakta bahwa hanya Dialah Juruselamat yang diutus oleh Bapa. Hanya ada satu jalan yang membuka lebar pintu masuk ke dalam kehidupan persekutuan dengan Allah: jalan tersebut adalah Yesus, satu-satunya jalan mutlak menuju keselamatan. Hanya kepada-Nya kata-kata Pemazmur dapat diterapkan dengan kebenaran penuh: ‘Inilah pintu gerbang Tuhan, orang benar akan masuk ke dalamnya’ (Mzm 118:20).”

 

Paus Yohanes Paulus II menambahkan bahwa melewati ambang pintu ini merupakan tanggung jawab setiap orang percaya. Mengapa? “Melewati pintu berarti mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan; melewati pintu berarti memperkuat iman kita kepada-Nya agar kita dapat menjalani hidup baru yang telah Ia berikan. Melewati pintu adalah keputusan yang mengandaikan kebebasan untuk memilih dan juga keberanian untuk meninggalkan sesuatu, dengan pemahaman bahwa apa yang diperoleh adalah hidup ilahi (Mat 13:44-46).”

 

Beliau juga mengakui bahwa inilah roh yang akan dimilikinya saat ia, sebagai Bapa Suci, menjadi orang pertama yang melewati Pintu Suci. “Melalui Pintu Suci … Kristus akan menuntun kita semakin dalam memasuki Gereja, tubuh dan mempelai perempuan-Nya.”

 

Dalam Kitab Suci

 

Selama bertahun-tahun, acuan resmi lainnya berlandaskan pemaparan Kitab Suci yang menguraikan pentingnya Pintu Suci melalui pesan dan gelar Yesus.

 

Karena itu, Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Luk 11:9).

 

Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk. Jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemui dia dan makan bersama dia, dan ia bersama Aku” (Why 3:20).

 

Akulah pintu. Siapa yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan” (Yoh 10:9).

 

Panduan Basilika Santo Petrus menegaskan bahwa Pintu Suci melambangkan “Yesus, Gembala yang baik dan pintu kandang domba: ‘Akulah pintu. Siapa yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput’ (Yoh 10:9).” Karena itu, “belas kasihan Allah menjangkau kerapuhan manusia adalah pesan yang disampaikan oleh Pintu Suci.”

 

Sejarah Singkat

 

Pintu Suci terkadang diperluas mencakup tiga basilika utama Roma lainnya, sebagaimana yang terjadi pada Yubileum Biasa 2025. Selain Pintu Suci Basilika Santo Petrus, Pintu Suci Basilika Santo Yohanes Lateran, Basilika Santa Maria Maggiore, dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok juga akan dibuka oleh Paus Fransiskus.

 

Pada awalnya, keempat pintu tersebut tidak dibuka. Untuk Yubelium Agung pada tahun 2000, Vatikan menorehkan beberapa sejarah.

 

Meskipun Paus Bonifasius VIII meresmikan tradisi “Tahun Suci”, yang disebut “Yubelium,” pada tahun 1300, Pintu Suci baru memainkan peran terpadu lebih dari satu abad kemudian. Menurut dokumen abad ke-15, pada tahun 1423, di Basilika Santo Yohanes Lateran, Paus Martinus V membuka Pintu Suci untuk pertama kalinya dalam sejarah Yubelium. Pada saat itu Tahun Suci dirayakan setiap 33 tahun untuk memperingati tahun-tahun Yesus hidup di dunia.

 

Baru pada hari Natal 1499 Paus Alexander VI meminta agar Pintu Suci dibuka tidak hanya di Basilika Santo Yohanes Lateran tetapi juga di Basilika Santo Petrus, Basilika Santa Maria Maggiore, dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

 

Kini Tahun Yubelium dan pembukaan Pintu Suci terjadi setiap 25 tahun. Paus dapat mengumumkan Tahun Suci atau Tahun Yubelium di waktu lain juga, seperti yang terjadi pada tahun 1933 untuk memperingati wafat Yesus di kayu salib dan pada tahun 2000 untuk memperingati pergantian milenium.

 

Ritual

 

Ritual pembukaan Pintu Suci hampir tidak berubah antara tahun 1525 dan 1950. Sedikit perubahan mulai muncul setelah tahun 1950. Pada awalnya, Bapa Suci akan memukul dinding bata yang menutupi Pintu Suci dengan palu yang terbuat dari perak. Kemudian tukang batu akan meneruskannya hingga pintu tersebut terbuka. Pada akhir Tahun Suci, pintu tersebut akan disegel kembali oleh dinding bata.

 

Mulai Tahun Suci 1975, fokus perhatian pada pintu, bukan dinding. Pintu Suci Basilika Santo Petrus telah selesai diganti dengan panel perunggu yang dipahat. Kemudian, dalam rangka Yubelium 2000, panduan perayaan liturgi kepausan menjelaskan bahwa "pintu memiliki makna biblis, teologis, liturgis, dan pastoral yang mendalam dalam sejarah keselamatan dan sejarah Gerej; dengan demikian pintu menjadi salah satu tanda Yubelium yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh Paus Yohanes Paulus II."

 

Unsur-unsur baru ini “mengungkapkan makna biblis dan liturgis Pintu Suci dengan lebih baik.” Karena itu, panel bagian depan pintu terlihat; tetapi, bagian dalam, bagian belakang pintu ditutup dengan batu bata hingga Tahun Suci berikutnya, ketika batu bata disingkirkan, pintu didorong terbuka oleh Bapa Suci, dan para peziarah kembali berjalan melewatinya.

 

Panel Mewartakan Makna

 

Panduan Basilika Santo Petrus mengutarakan bahwa Pintu Suci memiliki enam belas panel berbentuk persegi panjang yang berjejer secara simetris dalam empat baris yang masing-masing terdiri dari empat panel. Panel-panel tersebut dikelompokkan berdasarkan lambang (coat of arms) tiga puluh enam paus yang telah merayakan Tahun Suci biasa. Panel berpahatan dasar perunggu tersebut menggambarkan adegan-adegan Kitab Suci berikut: Malaikat di Pintu Surga, Kejatuhan, Maria menerima Kabar Sukacita, Malaikat Kabar Sukacita, Baptisan Kristus di Sungai Yordan, Domba yang Hilang, Bapa yang Maharahim, Penyembuhan Orang Lumpuh, Perempuan yang Membasuh Kaki Yesus, Perlunya Pengampunan (tujuh kali tujuh puluh tujuh), Penyangkalan Petrus, Penjahat yang Baik, Penampakan Yesus kepada Tomas, Penampakan Kristus kepada Para Murid, Pertobatan Saulus, dan Pembukaan Pintu Suci.

 

“Pesan yang diberikan Pintu Suci kepada mereka yang, setelah melakukan permenungan diri di hadapannya, melewati ambang pintu dan memasuki Basilika, adalah bagian hakikat Injil: pesan tentang kerahiman Allah yang tunduk pada kesengsaraan manusia,” tulis mendiang Virgilio Kardinal Noè dari Italia, imam agung emeritus Basilika Vatikan, dalam bukunya “Pintu Suci Basilika Santo Petrus”. “Enam belas panel pintu itu bagaikan syair sebuah madah, yang mengidungkan tentang kerahiman Allah yang tak terbatas,” jelasnya lebih lanjut. “Enam belas panel pintu itu dimulai dari kenyataan dosa, yang menistakan manusia, dan beralih ke penebusan dosa, yang merehabilitasinya. Enam belas panel pintu itu mencerahkan setiap momen dalam situasi apa pun dengan kepastian pengampunan ilahi.”

 

Panduan perayaan liturgi kepausan juga menjelaskan doa sebelum membuka pintu berasal dari Injil Lukas ketika Yesus menyatakan di rumah ibadat Nazaret: “Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Ia telah mengutus Aku ... untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan.” Secara jelas Tahun Yubelium dikaitkan dengan misteri Kristus yang dihadirkan pada masa Gereja.

 

Dalam rangka Tahun Yubileum kali ini, Paus Fransiskus juga menjelaskan, “Bagi semua orang, semoga Yubileum ini menjadi momen perjumpaan pribadi yang sejati dengan Tuhan Yesus, “pintu” (lih. Yoh 10:7.9) keselamatan kita, yang selalu diwartakan oleh Gereja, di mana saja dan kepada semua orang sebagai “pengharapan kita” (1 Tim 1:1).***

(ditulis oleh Peter Suriadi)

Peter Suriadi

adalah umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Sukasari Bogor, Ketua Biro APP-AAP Komisi PSE Keuskupan Bogor, dan pemerhati Vatikan. 

KUNJUNGAN "AD LIMINA"


Kata Latin ad limina memiliki arti “terbatas”. Dalam Gereja Katolik Roma, ada acara yang disebut "quinquennial visit ad limina" atau lebih resminya "quinquennial visit ad limina apostolorum" atau lebih populer kunjungan ad limina. Dalam konteks ini, ad limina bisa juga diartikan “menghampiri ambang pintu kedua Rasul Agung Petrus dan Paulus” yang menumpahkan darah kemartiran di kota Abadi, Roma, pada awal-awal abad Masehi.

Ketentuan kunjungan ad limina sudah ada sejak tahun 1585 yang tertuang dalam konstitusi Romanus Pontifex yang dikeluarkan oleh Paus Sikstus V. Pada 31 Desember 1909, Paus Pius X menyatakan di dalam sebuah dekrit untuk Kongregasi Konsistorial bahwa seorang uskup perlu untuk melaporkan kepada Paus situasi keuskupannya sekali setiap lima tahun, mulai pada tahun 1911. Untuk Gereja Katolik Roma, dasar pijakan hukum kunjungan ad Limina yang berlaku saat ini tercantum dalam Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici) tahun 1983, khususnya Kanon 399-400. Sedangkan untuk Gereja Timur tercantum dalam Kanon 208 Kitab Hukum Kanonik Gereja Timur (Codex Canonum Ecclesiarum Orientalium) tahun 1990.

SEKILAS TENTANG ASAL-USUL HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS

Hari Raya Semua Orang Kudus dirayakan pada hari pertama bulan November. Hal itu dilembagakan untuk menghormati semua orang kudus, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, dan, menurut Paus Urbanus IV, untuk memenuhi setiap kekurangan dalam perayaan para kudus umat beriman sepanjang tahun.

Pada masa-masa awal Gereja, orang-orang Kristiani terbiasa melangsungkan perayaan peringatan kematian seorang martir bagi Kristus di tempat kemartiran. Pada abad keempat, keuskupan-keuskupan yang bertetangga mulai melakukan pertukaran pesta, mengirimkan relikui, membagi-bagi relikui tersebut, dan bergabung dalam sebuah pesta umum; seperti yang ditunjukkan oleh undangan dari Santo Basilius dari Kaisarea (397) kepada para uskup dari Provinsi Pontus. Sering kali kelompok-kelompok para martir menderita pada hari yang sama, yang secara alami menyebabkan sebuah peringatan bersama.

ANAK DOMBA DAN PESTA SANTA AGNES : TRADISI YANG SUDAH BERLANGSUNG LAMA



Setiap tanggal 21 Januari Gereja merayakan Pesta Santa Agnes, perawan, yang menjadi martir pada tahun 304 di bawah penganiayaan Kaisar Diocletian. Pada pesta tersebut ada tradisi unik yang sudah berlangsung lebih dari 5 abad, yaitu anak-anak domba (Latin : “agnus”) diberkati di Basilika Santa Agnes, di luar tembok Kota Roma, dan kemudian anak-anak domba itu dipersembahkan kepada Paus. Anak-anak domba tersebut akan dicukur pada hari Kamis Putih, dan bulunya ditenun menjadi wol yang digunakan untuk membuat palium.

SALIB SAN DAMIANO



Salib San Damiano diyakini dilukis oleh seorang seniman asal Umbria pada abad ke-12. Alasannya, dari lukisan tersebut nampak pengaruh Siria yang kuat, dan memang berdasarkan fakta sejarah pernah ada biara-biara Siria di wilayah Umbria. Salib itu dilukis di atas kayu kenari yang kulitnya sudah diberi perekat, dan memiliki panjang sekitar 190 cm, lebar  120 cm dan tebal 12 cm. Nampaknya salib ini memang dibuat agar bisa digantung di atas altar Gereja San Damiano karena Sakramen Mahakudus pada masa itu tidak disimpan di gereja-gereja bukan paroki apalagi jika gereja itu sudah ditinggalkan dan rusak parah seperti halnya Gereja San Damiano saat itu.

Setelah Santo Fransiskus Asisi wafat, pada tahun 1257 para Suster Klaris meninggalkan Gereja San Damiano dan pindah ke Gereja San Giorgio dan membawa serta salib itu. Mereka dengan seksama memelihara salib itu selama 700 tahun sebelum akhirnya dipertunjukkan untuk umum. Pada Minggu Suci tahun 1957, Salib San Damiano ditempatkan di atas Altar Kapel San Giorgio di dalam Basilika Santa Klara Asisi agar bisa dilihat secara umum untuk pertama kalinya.

SEJARAH PESTA SALIB SUCI



Dalam penanggalan liturgi Gereja Katolik setiap tanggal 14 September dirayakan Pesta Salib Suci. Pesta Salib Suci (In Exaltatione Sanctae Crucis), sesuai namanya, termasuk kategori pesta (festum),  wajib dirayakan oleh seluruh Gereja Katolik.

Pada awalnya Pesta Salib Suci dimaksudkan untuk memperingati penemuan salib Yesus oleh Santa Helena, ibu Kaisar Romawai Konstantinus pada tanggal 18 Agustus 320. Dikisahkan pada awalnya para penggali menemukan tiga salib, tetapi mereka tak bisa menentukan yang mana salib Yesus dan yang mana salib kedua penjahat yang disalibkan bersama dia. Akhirnya mereka mendapat ide yang cemerlang. Mereka membawa seorang wanita yang sakit dan satu mayat yang sudah akan dikuburkan. Ketiga salib tersebut diletakkan di atas wanita yang sakit dan mayat tersebut. Dua salib yang pertama tidak memiliki kekuatan apa-apa. Sementara ketika salib yang ketiga ditempatkan di atas wanita yang sakit tersebut, wanita itu segera sembuh. Dan ketika salib itu ditempatkan di atas mayat tersebut, ia memiliki hidup kembali. Dari dua kejadian luar biasa ini maka mereka dengan segera mengetahui salib yang mana yang suci. Berita langsung tersebar luas. Orang-orang datang menghormati salib suci tersebut.

PELINDUNG DAN PERANTARA HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-28 (22-28 Juli 2013)

PELINDUNG

BUNDA KITA YANG DIKANDUNG TANPA NODA DARI APARECIDA

Pelindung Gereja dan keluarga-keluarga

  • Biografi : Pada tahun 1717, tiga nelayan, dengan cara mereka menebarkan jala mereka untuk menangkap ikan di perairan Sungai Paraíba, menemukan gambar Bunda Kita. Karena banyak mujizat dan peningkatan devosi ia diproklamasikan sebagai santa pelindung Brasil pada tahun 1930 dan beberapa tahun kemudian didirikan untuk menghormatinya, sebuah basilika besar yang menerima jutaan peziarah setiap tahun. Hari Orang Muda Sedunia memanggilnya sebagai pelindung Gereja dan keluarga untuk menghormatinya.
  • Doa : Bunda Allah dan Bundaku, jangan berhenti berdoa untuk keluargaku. Hari ini, aku persembahkan kepadamu! Amin.

MAKNA LOGO HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-28 22-28 JULI 2013

SALIB
Diikenal dengan banyak nama: "Salib Tahun Suci", "Salib Yubileum", "Salib Hari Orang Muda Sedunia", "Salib Peziarah". Banyak orang menyebutnya "Salib Orang Muda" sebagaimana yang diberikan oleh Paus Yohanes Paulus II kepada orang-orang muda di seluruh dunia di segala tempat dan segala usia.

KAIN KAFAN TURIN

Kafan Turin adalah kain yang "dipercayai sebagai" pembungkus mayat Yesus dan kini disimpan dalam gereja di kota Turin, Italia Utara. Panjang kain itu 4,36 m dan lebarnya 1,12 m. Penginjil memberi kesaksian bahwa mayat Yesus dikafani (Yoh. 19:40 par). Dan pada waktu Yesus bangkit, yang tertinggal di makam-Nya hanyalah kain kafan-Nya (Yoh. 20:1-10 par). Sudah lumrahlah bahwa kain kafan Yesus itu dibawa, disimpan dan dihormati oleh para murid-Nya. Tetapi, karena menjadi murid Kristus pada tiga abad pertama sangat susah dan diancam akan dibunuh, maka selama itu pula tak ada berita tentang kain kafan itu.

MENGENAL BEBERAPA AJARAN SESAT Dl AFRIKA

Gereja Katolik merupakan suatu Gereja yang satu, kudus dan apostolik. Sungguh suatu karunia yang besar bagi kita karena sampai sekarang Gereja Katolik tetap menunjukkan eksistensinya di dunia ini. Ajaran-ajaran Gereja Katolik tetap kokoh walaupun mendapat rongrongan dari pihak yang anti terhadap Gereja Katolik. Itu terjadi dari sejak Gereja perdana sampai sekarang. Berikut ini ada beberapa ajaran sesat yang pernah muncul di Afrika dan ditentang oleh Gereja Katolik.

MENGAPA "INJIL" BARNABAS BUKAN INJIL?

Kalau kita buka Kitab Suci Perjanjian Baru, tidak ada yang namanya “injil” Barnabas. Tulisan ini bermaksud menjelaskan secara singkat seluk-beluk apa yang dinamakan “injil” Barnabas. Patut dicatat kitab tersebut disebut injil tetapi dalam tanda kutip, karena kitab itu bukan Injil dalam arti kitab-kitab Injil yang terdapat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.

Naskah-naskah kuno tentang "injil" Barnabas
Terbitan injil Barnabas dalam Bahasa Indonesia merupakan terjemahan injil Barnabas yang sudah beredar dalam bahasa asing. Ada tiga terbitan injil Barnabas dalam Bahasa Indonesia: 1. Injil Barnabas, terjemahan J. Bachtiar, jilid ke-l (1969); 2. Injil Barnabas, terjemahan dari Bahasa Arab, oleh Husein Abubakar dan Abubakar Basjmeleh; dan 3. Terjemahan Injil Barnabas, dengan diberi notasi ayat-ayat Qur'an oleh Rahnip M.B.A.

ADAKAH YANG SALAH DENGAN UCAPAN "HAPPY EASTER"?


Dalam suasana Paskah ini, kita dikejutkan dengan pernyataan bahwa "Easter" adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus. Beberapa orang langsung mengganti ucapan mereka menjadi "Happy Passover". Mengapa bisa terjadi demikian?

RELIKWI

Berasal dari kata Latin reliquuiae, yang berarti sebuah benda, bagian dari tubuh, pakaian dan barang lain, peninggalan yang pernah melekat pada orang suci (santo/santa, beato/beata) yang sudah meninggal. Penghormatan pada relikwi ini merupakan praktek yang sangat primordial, dan memiliki banyak kemiripan dengan praktik religius berbagai agama di dunia. Untuk menyebut satu contoh, di Kota Athena, Yunani, peninggalan yang dipercaya dan Oedipus dan Theseus dihormati oleh masyarakat di sana. Di sana-sini praktik ini juga dijumpai dalam agama Buddha.

CINCIN NELAYAN

Cincin Nelayan, yang dalam Bahasa Italia dikenal sebagai Pescatorio, adalah sebuah perlengkapan resmi yang digunakan oleh Paus. Cincin ini memiliki ukiran (Italia: basso rilievo) gambar Santo Petrus sedang menjala ikan dari sebuah kapal - sebuah lambang yang berasal dari tradisi bahwa para rasul adalah "penjala manusia" (Mrk1:17). Cincin Nelayan ini adalah sebuah signet (cincin untuk stempel di gumpalan lilin) yang digunakan hingga tahun 1842 untuk menaruh stempel pada dokumen resmi yang ditandatangani oleh Paus.

ASAL USUL HARI RAYA PENTAKOSTA

Dalam Im 23:16, ‘limapuluh hari’ menunjuk pada jumlah hari yang dihitung mulai dari persembahan berkas jelai pada permulaan hari raya Paskah. Dan pada hari ke-50 dirayakanlah Hari Raya Pentakosta. Karena 50 hari = 7 minggu, hari itu juga disebut khag syavu’ot atau Hari Raya Tujuh Minggu (Kel 34:22; Ul 16:10). Hari itu menandakan selesainya menuai jelai yang dihitung mulai dari sejak pertama kalinya menyabit gandum (Ul 16:9), dan waktu imam mengunjukkan berkas tuaian itu 'pada hari sesudah sabat itu' (Im 23:11). Hari itu disebut juga khag haqqatsir atau hari raya menuai, dan yom habbikkurim atau hari buah bungaran (Kel 23:16; Bil 28:26). Hari raya itu tidak dirayakan hanya pada zaman Pentateukh, tetapi juga pada zaman Salomo (2Taw 8:13), sebagai hari raya kedua dari ketiga pesta tahunan (bdk Ul 16:16).

MAKNA ASAP DAN KAPEL SISTINA

Sudah sejak lama manusia menggunakan simbol untuk berkomunikasi. Jauh sebelum Masehi, pada zaman Yunani kuno, manusia menggunakan nyala api obor untuk berkomunikasi jarak jauh. Asap sebagai simbol juga dikenal dalam Perjanjian Lama. Tentang kakak-beradik, Kain dan Habel. Kain menjadi petani dan Habel menjadi gembala kambing domba. Suatu waktu, keduanya mempersembahkan korban kepada Yahwe dan dari korban bakaran itu keluar asap. Asap dari korban Kain tegak lurus menghadap ke langit. Sedangkan asap korban persembahan Habel berputar-putar, mengepul di atas permukaan tanah, dan tidak sampai ke langit.

Tapi itulah simbol. Kitab Suci penuh dengan simbol. Apa arti asap dalam persembahan Kain-Habel? Asap yang tegak lurus menghadap ke langit, berarti diterima Yahwe. Bukankah Yahwe bersemayam di atas? Dan atas adalah simbol kuasa? Sementara asap korban Habel tidak sampai ke atas dan tidak berkenan pada Yahwe.

"RIWAYAT HIDUP" SANTO PAULUS

Santo Paulus adalah rasul agung dan bentara firman Allah. Ia dulu “menganiaya” Tuhan, tetapi kemudian seluruh hidupnya dipersembahkan bagi Dia. Paulus tetap setia, bahkan sampai mati. Paulus terpanggil mewartakan Injil setelah ia bertobat. Ia mengadakan perjalanan jauh ke daerah-daerah di Asia Kecil dan diperkirakan menempuh jarak sekitar 5000 km! Tak heran ada yang menjulukinya sebagai ‘atlet Allah”.

Sumber utama informasi mengenai “riwayat hidup” Santo Paulus terdapat dalam Perjanjian Baru (Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus). Ada satu hal yang perlu diingat : Perjanjian Baru tidak menaruh minat akan “riwayat hidup” Paulus. Akibatnya, jika kita ingin menyusun  “riwayat hidup” Paulus, kita akan menghadapi ketidaklengkapan. Data dari sumber-sumber lain kiranya dapat "menyempurnakan" penyusunan “riwayat hidup” Santo Paulus.

COMITES CHRISTI


Dalam liturgi Gereja, beberapa hari setelah Hari Raya Natal (25 Desember) selalu dirayakan pesta beberapa orang kudus, yaitu Santo Stefanus (26 Desember), Santo Yohanes Rasul (27 Desember), Para Kanak-kanak Suci (28 Desember), dan Keluarga Kudus (hari minggu pertama setelah Natal). Mereka itu disebut Comites Christi, artinya para sahabat Yesus. Mereka ini menjadi khusus karena pesta mereka dirayakan langsung sesudah Natal atau dalam oktaf Natal. Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman para Bapa Gereja, misalnya Santo Gregorius dari Nyassa.
Lambang yang sering dipakai untuk menghormati Comites Christi tersebut adalah :

MENGENAL ORANG-ORANG MAJUS


Orang-orang majus hanya disebut dalam Injil Matius (2:1-12). Sedangkan Injil lain hanya “membisu”. Maka ada baiknya menggali informasi orang-orang majus dengan bersumber pada Injil Matius. Kata “majus” berasal dari kata Yunani “magos”. Aslinya “magos” berarti seorang imam agama Zoroaster, suatu agama resmi Persia kuno.  Hal ini sesuai dengan informasi yang diberikan Matius bahwa orang-orang majus berasal “dari Timur”. Pada masa Matius menulis Injilnya, di Persia memang pengetahuan astrologi dan astronomi cukup berperan. Heredotus, seorang ahli sejarah di abad 5 SM juga membuktikan adanya peran astrologi yang kuat pada kalangan imam di Persia. Maka tidaklah mengherankan para majus Persia itu mempraktekkan astrologi sebagaimana juga ditampilkan oleh orang-orang majus di dalam Injil Matius yang meninggalkan rumah dan negeri mereka untuk mengikuti bintang. Tetapi pada abad pertama, kata “majus” dapat juga berarti seseorang yang mempraktekkan magis (magic) seperti pengilahian, ramalan nasib, dan sihir. Pada Kis 8:9-24 diceritakan Petrus berlomba dengan Simon Magus, yakni Simon si Magos, seorang penyihir sinis dan oportunis yang menawarkan uang kepada Petrus untuk belajar trik-trik mukjizat yang dibuat oleh Petrus.