Kebanyakan jemaat-jemaat Protestan yang
lebih tradisional, mempercayai Bunda Maria adalah Theotokos (Yunani : “pembawa Allah”) atau Bunda Allah. Jika Yesus
Kristus sungguh Allah, maka Maria sungguh Bunda Allah. Tetapi jutaan umat lain
dalam jemaat-jemaat Fundamentalis dan Evangelis tidak sudi mengikuti orang-orang
Katolik dalam merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah.
Showing posts with label Katekese. Show all posts
Showing posts with label Katekese. Show all posts
TANDA SALIB : "DALAM" ATAU "DEMI" ATAU "ATAS" ....
APA YANG DIMAKSUD GEREJA TIDAK DAPAT SESAT?
Mengapa Gereja tidak dapat sesat? Karena Gereja terus menerus
dibimbing oleh Roh Kudus sehingga Gereja tidak mungkin menyelewengkan
wahyu Allah. Dengan kata lain, Gereja meneruskan wahyu Allah secara
benar dan tepat. Roh Kudus yang tercurah pada semua anggota Gereja pada
saat mereka dibaptis, seluruh warga Gereja diberi karisma istimewa yang
disebut sensus fidei (= naluri iman). Berkat karunia inilah, Gereja tidak dapat sesat, kebal salah.
SEKILAS TENTANG SYAHADAT
Apa yang dimaksud Syahadat? Syahadat
adalah rumusan singkat mengenai pokok-pokok keyakinan Kristiani. Dalam Gereja Katolik
dikenal dua rumusan, yaitu Syahadat Singkat (Syahadat Para Rasul) dan Syahadat
Panjang (Syahadat Nicea-Konstantinopel). Syahadat Para Rasul diawali dengan
pernyataan “Aku percaya”, yang dalam Bahasa Latin berbunyi “Credo”. Oleh karena
itu Syahadat seringkali disebut Credo.
Karena Syahadat berisi dua belas butir
kepercayaan, pada abad IV muncul legenda mengenai asal usul Syahadat Singkat.
Diyakini, pada Hari Pentakosta, setelah menerima pencurahan Roh Kudus, para
rasul mengucapkan butir-butir keyakinan itu secara berurutan, masing-masing satu
butir. Karena itu, syahadat ini disebut Syahadat Para Rasul. Walaupun tidak
dapat diterima secara historis, legenda ini mengungkapkan keyakinan bahwa rumusan
itu disusun berdasarkan ajaran para rasul.
BENARKAH ORANG KATOLIK MENYEMBAH PATUNG?
Perkembangan dan pertambahan (dari segi jumlah) umat Katolik dewasa ini cukup mengembirakan. Apakah setiap orang Katolik dewasa sudah memahami benar iman Katoliknya? Mampukah mereka mempertanggungjawabkan iman Katoliknya bila pada suatu saat ada kelompok lain yang mempertanyakannya?
Kenyataan memperlihatkan banyak sekali orang Katolik yang belum memahami secara betul dan benar iman mereka. Kasus-kasus berikut lebih memperjelas sikap iman di atas:
ALLAH TRITUNGGAL MENURUT GEREJA KATOLIK
Iman kepada Allah Tritunggal berarti mengakui adanya satu Allah dalam
tiga Pribadi. Gereja Katolik tetap memegang teguh monoteisme, artinya hanya ada
satu Allah. Adanya tiga Pribadi ilahi itu tidak sama dengan adanya tiga tiga
Allah (triteisme). Memang, kata "Tritunggal" sendiri memang tidak
ditemukan dalam Kitab Suci, tetapi isi ajaran imannya murni dianggap dari Kitab
Suci. Kiranya isi ajaran iman jauh lebih penting daripada sekedar label atau
istilah. Gereja hanya merumuskan ajaran yang sudah ada dalam Kitab Suci dan
dihayati Gereja awal. Yang dirumuskan bukanlah suatu kebenaran baru hasil
rekayasa.
Ajaran Allah Tritunggal berarti ada hanya satu Allah dengan tiga Pribadi yang benar-benar berbeda satu sama lain. Antara ketiga Pribadi itu ada kesatuan sempurna dalam keallahan sehingga bukannya ada tiga Allah tetapi hanya ada satu Allah. Dalam karya keluar dari diri-Nya, ketiga Pribadi Allah itu selalu bekerja bersama-sama. Meskipun demikian bisa juga dilakukan pembedaan bahwa Allah Bapa lebih dominan dalam penciptaan, Allah Putra lebih berperan dalam penebusan, dan Allah Roh Kudus lebih berperan pada pengudusan. Pembedaan ini tetap tidak menyangkal bahwa ketiga-Nya bekerjasama. Ketiga Pribadi Tritunggal itu tetap pribadi yang berbeda, berlawanan dengan ajaran sesat Modalisme sekitar abad 3. Ajaran modalisme begitu menekankan kesatuan Allah Tritunggal sehingga tidak mengakui perbedaan pribadi Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus sehingga perbedaan melulu pada fungsi saja.
SANTO YOSEF : DALAM TERANG KITAB SUCI DAN AJARAN GEREJA
Santo Yosef adalah seorang ”bisu”
bagi kebanyakan orang. Mengapa? Karena sangat sedikit ”data” pribadinya yang
dapat diketahui orang. Bahkan dalam Injil pun, tidak didapati satu patah kata
pun yang keluar dari mulutnya! Injil Matius dan Lukas hanya menampilkan Santo
Yosef ketika ia sudah bertunangan dengan Maria dan ketika Yesus masih
kanak-kanak. Setelah itu, kehidupannya mulai ”tersembunyi”. Tetapi, meskipun
kiranya kita sukar mengubur perannya dalam sejarah iman kita. Maka, marilah
kita mencoba ”mencari” dia dan memberi tempat dalam hidup kita melalui tulisan
singkat ini.
INDULGENSI
Ajaran Gereja Katolik mengenai Dosa
Setiap
dosa mempunyai dua unsur, yakni : kesalahan dan hukuman dosa. Setiap
dosa yang dilakukan manusia tidak hanya "melukai" hati Allah, tetapi
juga meninggalkan luka-luka rohani pada jiwanya (kecenderungan pada
dosa-dosa tertentu). Bagi orang yang melakukan dosa (berat maupun
ringan) dan kemudian orang itu bertobat dan mohon ampun, maka Allah akan
mengampuni kesalahannya. Tetapi untuk membersihkan jiwanya dari
luka-luka rohani itu, Allah memberikan apa yang disebut hukuman
sementara. Sedangkan bagi orang yang melakukan dosa berat tetapi ia
tidak mau bertobat, maka Allah menyediakan bagi dia hukuman kekal di
neraka (terpisah secara definitif dari Allah). Kesimpulannya : jika
orang mendapat pengampunan dosa, yang diampuni adalah kesalahannya,
sedangkan hukuman sementaranya tidak hilang.
DOGMA "MARIA BUNDA ALLAH"
Apakah Allah punya ibu ? Dalam arti apakah Maria itu disebut Bunda Allah? Bagaimana sebenarnya duduk perkaranya ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tetap menjadi suatu tanda tanya besar bagi umat Katolik yang mau meningkatkan devosi mereka kepada Bunda Maria. Apalagi kadang kala devosi umat Katolik melewati batas wajar, seolah-olah Maria menyingkirkan Yesus, bahkan Allah sendiri. Padahal Maria, seperti digambarkan Perjanjian Baru, mengaku dirinya adalah hamba Allah yang hina dina (Luk 1:38,48).
Subscribe to:
Posts (Atom)







