Social Icons

Showing posts with label Katekese. Show all posts
Showing posts with label Katekese. Show all posts

BAGAIMANA MARIA DAPAT MENJADI BUNDA ALLAH?



Kebanyakan jemaat-jemaat Protestan yang lebih tradisional, mempercayai Bunda Maria adalah Theotokos (Yunani : “pembawa Allah”) atau Bunda Allah. Jika Yesus Kristus sungguh Allah, maka Maria sungguh Bunda Allah. Tetapi jutaan umat lain dalam jemaat-jemaat Fundamentalis dan Evangelis tidak sudi mengikuti orang-orang Katolik dalam merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah.

TANDA SALIB : "DALAM" ATAU "DEMI" ATAU "ATAS" ....

Setiap kali umat Katolik membuat tanda salib, selalu sambil berkata entah dalam hati maupun dalam suara dengan bibir "Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin!". Buku Tata Perayaan Ekaristi yang baru masih mencantumkan dalam kurung kata lain yang bisa dipergunakan selain "dalam", yaitu "demi" (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin!). Beberapa orang masih ada yang menggunakan kata "atas" (Atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin!).

APA YANG DIMAKSUD GEREJA TIDAK DAPAT SESAT?

Mengapa Gereja tidak dapat sesat? Karena Gereja terus menerus dibimbing oleh Roh Kudus sehingga Gereja tidak mungkin menyelewengkan wahyu Allah. Dengan kata lain, Gereja meneruskan wahyu Allah secara benar dan tepat. Roh Kudus yang tercurah pada semua anggota Gereja pada saat mereka dibaptis, seluruh warga  Gereja diberi karisma istimewa yang disebut sensus fidei (= naluri iman). Berkat karunia inilah, Gereja tidak dapat sesat, kebal salah.

SEKILAS TENTANG SYAHADAT


Apa yang dimaksud Syahadat? Syahadat adalah rumusan singkat mengenai pokok-pokok keyakinan Kristiani. Dalam Gereja Katolik dikenal dua rumusan, yaitu Syahadat Singkat (Syahadat Para Rasul) dan Syahadat Panjang (Syahadat Nicea-Konstantinopel). Syahadat Para Rasul diawali dengan pernyataan “Aku percaya”, yang dalam Bahasa Latin berbunyi “Credo”. Oleh karena itu Syahadat seringkali disebut Credo.

Karena Syahadat berisi dua belas butir kepercayaan, pada abad IV muncul legenda mengenai asal usul Syahadat Singkat. Diyakini, pada Hari Pentakosta, setelah menerima pencurahan Roh Kudus, para rasul mengucapkan butir-butir keyakinan itu secara berurutan, masing-masing satu butir. Karena itu, syahadat ini disebut Syahadat Para Rasul. Walaupun tidak dapat diterima secara historis, legenda ini mengungkapkan keyakinan bahwa rumusan itu disusun berdasarkan ajaran para rasul.

BENARKAH ORANG KATOLIK MENYEMBAH PATUNG?

Perkembangan dan pertambahan (dari segi jumlah) umat Katolik dewasa ini cukup mengembirakan. Apakah setiap orang Katolik dewasa sudah memahami benar iman Katoliknya? Mampukah mereka mempertanggungjawabkan iman Katoliknya bila pada suatu saat ada kelompok lain yang mempertanyakannya?
Kenyataan memperlihatkan banyak sekali orang Katolik yang belum memahami secara betul dan benar iman mereka. Kasus-kasus berikut lebih memperjelas sikap iman di atas:

ALLAH TRITUNGGAL MENURUT GEREJA KATOLIK


Iman kepada Allah Tritunggal berarti mengakui adanya satu Allah dalam tiga Pribadi. Gereja Katolik tetap memegang teguh monoteisme, artinya hanya ada satu Allah. Adanya tiga Pribadi ilahi itu tidak sama dengan adanya tiga tiga Allah (triteisme). Memang, kata "Tritunggal" sendiri memang tidak ditemukan dalam Kitab Suci, tetapi isi ajaran imannya murni dianggap dari Kitab Suci. Kiranya isi ajaran iman jauh lebih penting daripada sekedar label atau istilah. Gereja hanya merumuskan ajaran yang sudah ada dalam Kitab Suci dan dihayati Gereja awal. Yang dirumuskan bukanlah suatu kebenaran baru hasil rekayasa.

Ajaran Allah Tritunggal berarti ada hanya satu Allah dengan tiga Pribadi yang benar-benar berbeda satu sama lain. Antara ketiga Pribadi itu ada kesatuan sempurna dalam keallahan sehingga bukannya ada tiga Allah tetapi hanya ada satu Allah. Dalam karya keluar dari diri-Nya, ketiga Pribadi Allah itu selalu bekerja bersama-sama. Meskipun demikian bisa juga dilakukan pembedaan bahwa Allah Bapa lebih dominan dalam penciptaan, Allah Putra lebih berperan dalam penebusan, dan Allah Roh Kudus lebih berperan pada pengudusan. Pembedaan ini tetap tidak menyangkal bahwa ketiga-Nya bekerjasama. Ketiga Pribadi Tritunggal itu tetap pribadi yang berbeda, berlawanan dengan ajaran sesat Modalisme sekitar abad 3. Ajaran modalisme begitu menekankan kesatuan Allah Tritunggal sehingga tidak mengakui perbedaan pribadi Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus sehingga perbedaan melulu pada fungsi saja.

SANTO YOSEF : DALAM TERANG KITAB SUCI DAN AJARAN GEREJA

Santo Yosef adalah seorang ”bisu” bagi kebanyakan orang. Mengapa? Karena sangat sedikit ”data” pribadinya yang dapat diketahui orang. Bahkan dalam Injil pun, tidak didapati satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya! Injil Matius dan Lukas hanya menampilkan Santo Yosef ketika ia sudah bertunangan dengan Maria dan ketika Yesus masih kanak-kanak. Setelah itu, kehidupannya mulai ”tersembunyi”. Tetapi, meskipun kiranya kita sukar mengubur perannya dalam sejarah iman kita. Maka, marilah kita mencoba ”mencari” dia dan memberi tempat dalam hidup kita melalui tulisan singkat ini.

INDULGENSI

Ajaran Gereja Katolik mengenai Dosa

Setiap dosa mempunyai dua unsur, yakni : kesalahan dan hukuman dosa. Setiap dosa yang dilakukan manusia tidak hanya "melukai" hati Allah, tetapi juga meninggalkan luka-luka rohani pada jiwanya (kecenderungan pada dosa-dosa tertentu). Bagi orang yang melakukan dosa (berat maupun ringan) dan kemudian orang itu bertobat dan mohon ampun, maka Allah akan mengampuni kesalahannya. Tetapi untuk membersihkan jiwanya dari luka-luka rohani itu, Allah memberikan apa yang disebut hukuman sementara. Sedangkan bagi orang yang melakukan dosa berat tetapi ia tidak mau bertobat, maka Allah menyediakan bagi dia hukuman kekal di neraka (terpisah secara definitif dari Allah). Kesimpulannya : jika orang mendapat pengampunan dosa, yang diampuni adalah kesalahannya, sedangkan hukuman sementaranya tidak hilang.

DOGMA "MARIA BUNDA ALLAH"

Apakah Allah punya ibu ? Dalam arti apakah Maria itu disebut Bunda Allah? Bagaimana sebenarnya duduk perkaranya ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tetap menjadi suatu tanda tanya besar bagi umat Katolik yang mau meningkatkan devosi mereka kepada Bunda Maria. Apalagi kadang kala devosi umat Katolik melewati batas wajar, seolah-olah Maria menyingkirkan Yesus, bahkan Allah sendiri. Padahal Maria, seperti digambarkan Perjanjian Baru, mengaku dirinya adalah hamba Allah yang hina dina (Luk 1:38,48).