Social Icons

ANAK DOMBA DAN PESTA SANTA AGNES : TRADISI YANG SUDAH BERLANGSUNG LAMA



Setiap tanggal 21 Januari Gereja merayakan Pesta Santa Agnes, perawan, yang menjadi martir pada tahun 304 di bawah penganiayaan Kaisar Diocletian. Pada pesta tersebut ada tradisi unik yang sudah berlangsung lebih dari 5 abad, yaitu anak-anak domba (Latin : “agnus”) diberkati di Basilika Santa Agnes, di luar tembok Kota Roma, dan kemudian anak-anak domba itu dipersembahkan kepada Paus. Anak-anak domba tersebut akan dicukur pada hari Kamis Putih, dan bulunya ditenun menjadi wol yang digunakan untuk membuat palium.

TANDA SALIB : "DALAM" ATAU "DEMI" ATAU "ATAS" ....

Setiap kali umat Katolik membuat tanda salib, selalu sambil berkata entah dalam hati maupun dalam suara dengan bibir "Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin!". Buku Tata Perayaan Ekaristi yang baru masih mencantumkan dalam kurung kata lain yang bisa dipergunakan selain "dalam", yaitu "demi" (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin!). Beberapa orang masih ada yang menggunakan kata "atas" (Atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin!).

APA YANG DIMAKSUD GEREJA TIDAK DAPAT SESAT?

Mengapa Gereja tidak dapat sesat? Karena Gereja terus menerus dibimbing oleh Roh Kudus sehingga Gereja tidak mungkin menyelewengkan wahyu Allah. Dengan kata lain, Gereja meneruskan wahyu Allah secara benar dan tepat. Roh Kudus yang tercurah pada semua anggota Gereja pada saat mereka dibaptis, seluruh warga  Gereja diberi karisma istimewa yang disebut sensus fidei (= naluri iman). Berkat karunia inilah, Gereja tidak dapat sesat, kebal salah.

SEKILAS TENTANG SYAHADAT


Apa yang dimaksud Syahadat? Syahadat adalah rumusan singkat mengenai pokok-pokok keyakinan Kristiani. Dalam Gereja Katolik dikenal dua rumusan, yaitu Syahadat Singkat (Syahadat Para Rasul) dan Syahadat Panjang (Syahadat Nicea-Konstantinopel). Syahadat Para Rasul diawali dengan pernyataan “Aku percaya”, yang dalam Bahasa Latin berbunyi “Credo”. Oleh karena itu Syahadat seringkali disebut Credo.

Karena Syahadat berisi dua belas butir kepercayaan, pada abad IV muncul legenda mengenai asal usul Syahadat Singkat. Diyakini, pada Hari Pentakosta, setelah menerima pencurahan Roh Kudus, para rasul mengucapkan butir-butir keyakinan itu secara berurutan, masing-masing satu butir. Karena itu, syahadat ini disebut Syahadat Para Rasul. Walaupun tidak dapat diterima secara historis, legenda ini mengungkapkan keyakinan bahwa rumusan itu disusun berdasarkan ajaran para rasul.