Social Icons

KEPEMIMPINAN MUSA DAN PERALIHAN KEPADA YOSUA : MENYIMAK “JEJAK REKAM” DUA PEMIMPIN KARISMATIS



Di antara tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Musa mempunyai tempat yang istimewa karena perannya sebagai pemimpin yang meletakkan dasar dan memberi arah bagi Israel sejak lahirnya dalam peristiwa Keluaran dari Mesir. Tidak mengherankan bila kenangan tokoh yang satu ini diabadikan dalam berbagai tradisi yang bertumbuh dan berkembang di sepanjang perjalanan umat Israel. Menggunakan gambaran agraris yang pernah diketengahkan oleh Pater C. Groenen, OFM, "Dialah yang menabur bijinya. Dari situ berkembanglah pohon besar. Semua dijiwai semangat dan agama yang pernah ditanam Musa, yang diletakkan Musa dalam hati dan jantung bangsa Israel" (1992:83).

ENSIKLIK "LUMEN FIDEI" (CAHAYA IMAN)



SURAT ENSIKLIK BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS 
MENGENAI IMAN 
“LUMEN FIDEI” (CAHAYA IMAN) 

BAGI PARA USKUP, IMAM, DIAKON, KAUM RELIGIUS DAN UMAT BERIMAN AWAM

1. Cahaya iman: Inilah cara Tradisi Gereja menyatakan rahmat yang luar biasa yang dibawa oleh Yesus. Dalam Injil Yohanes, Kristus berkata tentang diri-Nya sendiri, "Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Yoh 12:46). Santo Paulus menggunakan gambaran yang sama, "Sebab Allah yang telah berfirman : 'Dari dalam gelap akan terbit terang', bercahaya di dalam hati kita" (2Kor 4:6). Dalam dunia orang tidak beriman, yang lapar akan cahaya, telah berkembang kultus dewa matahari, Sol Invictus, yang menyatakan dirinya setiap hari pada saat matahari terbit. Bahkan, meskipun matahari selalu baru tiap pagi, sinarnya tetap tidak mampu menerangi seluruh eksistensi manusia. Matahari tidak menerangi seluruh kenyataan; cahayanya tidak mampu memasuki bayangan kegelapan, tempat mata manusia tertutup pada cahaya. "Tidak pernah ada seorang pun - tulis Santo Yustinus Martir - mau mati demi imannya kepada matahari".[1] Sadar akan cakrawala luas yang oleh iman dibukakan di hadapan mereka, orang Kristen menyatakan Yesus sebagai matahari sejati, "yang cahayanya menganugerahi hidup".[2] Kepada Marta yang menangisi kematian saudaranya, Lazarus, Yesus berkata, "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" (Yoh 11:40). Mereka yang percaya akan melihat; mereka melihat dengan cahaya yang menerangi seluruh peziarahan hidup karena cahaya tersebut datang dari Kristus yang bangkit, bintang fajar yang tidak pernah terbenam.

DIALOG PAUS FRANSISKUS DENGAN PASANGAN YANG TELAH BERTUNANGAN 14 Februari 2014 : PERNIKAHAN MERUPAKAN SEBUAH PERAYAAN ORANG KRISTIANI, BUKAN SEBUAH PERAYAAN DUNIAWI

Sepuluh ribu pasangan yang telah bertunangan dari seluruh dunia berkumpul pada hari Jumat 14 Februari 2014, pada Pesta Santo Valentinus, di Lapangan Santo Petrus untuk mempertimbangkan panggilan pernikahan, dengan tema "Sukacita 'Ya' Selama-lamanya", dan bertemu dengan Paus Fransiskus. Dalam acara yang diselenggarakan oleh Dewan Kepausan untuk Keluarga tersebut, Paus Fransiskus menjawab tiga pertanyaan yang diajukan oleh tiga pasangan. Berikut adalah jawaban Bapa Suci atas tiga pertanyaan yang diajukan.

ANAK DOMBA DAN PESTA SANTA AGNES : TRADISI YANG SUDAH BERLANGSUNG LAMA



Setiap tanggal 21 Januari Gereja merayakan Pesta Santa Agnes, perawan, yang menjadi martir pada tahun 304 di bawah penganiayaan Kaisar Diocletian. Pada pesta tersebut ada tradisi unik yang sudah berlangsung lebih dari 5 abad, yaitu anak-anak domba (Latin : “agnus”) diberkati di Basilika Santa Agnes, di luar tembok Kota Roma, dan kemudian anak-anak domba itu dipersembahkan kepada Paus. Anak-anak domba tersebut akan dicukur pada hari Kamis Putih, dan bulunya ditenun menjadi wol yang digunakan untuk membuat palium.