Social Icons

INDULGENSI

Ajaran Gereja Katolik mengenai Dosa

Setiap dosa mempunyai dua unsur, yakni : kesalahan dan hukuman dosa. Setiap dosa yang dilakukan manusia tidak hanya "melukai" hati Allah, tetapi juga meninggalkan luka-luka rohani pada jiwanya (kecenderungan pada dosa-dosa tertentu). Bagi orang yang melakukan dosa (berat maupun ringan) dan kemudian orang itu bertobat dan mohon ampun, maka Allah akan mengampuni kesalahannya. Tetapi untuk membersihkan jiwanya dari luka-luka rohani itu, Allah memberikan apa yang disebut hukuman sementara. Sedangkan bagi orang yang melakukan dosa berat tetapi ia tidak mau bertobat, maka Allah menyediakan bagi dia hukuman kekal di neraka (terpisah secara definitif dari Allah). Kesimpulannya : jika orang mendapat pengampunan dosa, yang diampuni adalah kesalahannya, sedangkan hukuman sementaranya tidak hilang.

APAKAH MUSA MENULIS TAURAT (PENTATEUKH) ?

Selama berabad-abad yang lampau orang beranggapan bahwa Musa menulis Taurat (Pentateukh). Sampai sekarang pun memang masih banyak orang yang menganggap Musa sebagai pengarang Taurat. Tetapi mulai sekitar abad pertengahan orang mulai meragukannya karena bagaimana ia dapat menulis kematiannya dalam Ulangan bab 34.

COMITES CHRISTI


Dalam liturgi Gereja, beberapa hari setelah Hari Raya Natal (25 Desember) selalu dirayakan pesta beberapa orang kudus, yaitu Santo Stefanus (26 Desember), Santo Yohanes Rasul (27 Desember), Para Kanak-kanak Suci (28 Desember), dan Keluarga Kudus (hari minggu pertama setelah Natal). Mereka itu disebut Comites Christi, artinya para sahabat Yesus. Mereka ini menjadi khusus karena pesta mereka dirayakan langsung sesudah Natal atau dalam oktaf Natal. Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman para Bapa Gereja, misalnya Santo Gregorius dari Nyassa.
Lambang yang sering dipakai untuk menghormati Comites Christi tersebut adalah :

MINYAK LITURGI YANG DIPAKAI DALAM GEREJA KATOLIK

Pernahkah Anda mendengar Misa Minyak ? Mengapa disebut Misa Minyak ? Karena dalam misa ini, uskup memberkati 3 macam minyak yang akan dipakai dalam Gereja selama 1 tahun. Ketiga minyak itu dibagikan kepada para pastor paroki untuk kepentingan umat di paroki masing-masing. Minyak tersebut terdiri dari tiga jenis yang ditempatkan pada wadah yang berbeda dan dibedakan berdasarkan keperluannya.