“menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan menuailah menurut kasih setia” (Hosea 10:12)
Sosok Nabi
Kitab Nabi Hosea termasuk dalam kelompok kitab Nabi Kecil. Sebutan
‘nabi kecil’ itu bukan karena peranan atau kedudukan nabi yang
dikisahkan tidak begitu penting, melainkan karena kitab itu pendek,
hanya menyimpan 14 bab dari pewartaan nabi. Dari kitab itu tampillah
sosok nabi yang istimewa. Nampaknya nabi yang menjadi pewarta pesan
kesetiaan ini berasal dari kerajaan Utara (Israel). Kitab sendiri tidak
memberikan banyak keterangan mengenai nabi yang disebut Hosea itu. Nama
Hosea hanya disebut pada awal kitab itu, 1:1 dan 1:2a. Setelah itu nama
itu tidak lagi muncul. Nama itu sendiri barangkali sebuah kependekan
dari kata hwsh’yh (w), yang berarti ‘Yahwe telah menyelamatkan’ atau ‘Selamatkanlah ya Yahwe’.
Dalam awal kitab tersebut disebutkan juga nama ayahnya yaitu Beeri,
tanpa keterangan lain tentang asal usul keluarganya. Dugaan bahwa Hosea
berasal dan berkarya di Kerajaan Israel hanya diperoleh dari kekhasan
dialek yang digunakan dan umat yang menjadi sasaran pesannya, yang
sebagian besar adalah dari penduduk Efraim.
Rupanya tokoh yang ada di balik kitab itu mengenal baik situasi dan
kondisi politik serta sosial pada jamannya. Tempat-tempat yang sering
disebut dalam pewartaan nabi adalah Samaria, 7:1; 8:5-6; 10:5.7; 14:1,
pusat ziarah Betel, 4:15; 12:15 dan Gilgal, 4:15; 9:15; 12:12. Mungkin
di tempat-tempat tersebut nabi mengembangkan kegiatan kenabiannya. Nabi
melihat bahaya kehidupan setempat, yaitu praktek kehidupan penyembahan
berhala kesuburan (Baalisme) yang merasuki kehidupan iman umat akan
Yahwe. Nampak jelas dari pewartaan yang terdapat dalam kitab itu, bahwa
Hosea memiliki kepekaan hati dan ketajaman wawasan iman yang perlu
disampaikan kepada umatnya. Ia mengambil sumber-sumber untuk
pewartaannya dari tradisi kebijaksanaan. Cara pewartaannya menunjukkan
bahwa ia mahir menggunakan bahasa yang menarik, tahu dengan baik tradisi
sejarah bangsanya, yaitu umat Israel.