MENGENAL KONKLAF
BENARKAH ORANG KATOLIK MENYEMBAH PATUNG?
Perkembangan dan pertambahan (dari segi jumlah) umat Katolik dewasa ini cukup mengembirakan. Apakah setiap orang Katolik dewasa sudah memahami benar iman Katoliknya? Mampukah mereka mempertanggungjawabkan iman Katoliknya bila pada suatu saat ada kelompok lain yang mempertanyakannya?
Kenyataan memperlihatkan banyak sekali orang Katolik yang belum memahami secara betul dan benar iman mereka. Kasus-kasus berikut lebih memperjelas sikap iman di atas:
SEKILAS TENTANG KARDINAL
Sejak
Paus Benediktus XVI menyatakan pengunduran dirinya pada tanggal 28 Februari
2013, ada sosok yang secara otomatis mulai menarik perhatian banyak orang.
Sosok tersebut adalah para kardinal. Karena merekalah yang akan menentukan
siapa Paus pengganti dalam konklaf. Tetapi siapakah sebenarnya para kardinal
itu? Apakah peran mereka sebatas untuk mengikuti konklaf dan memilih Paus?
SEKILAS TENTANG KAUL DALAM PERJANJIAN LAMA
Dalam Perjanjian Lama terdapat banyak kaul. Tentu saja ada
bermacam-macam maksud dan tingkat peresmiannya, dan juga ada
bermacam-macam hal yang dikaulkan. Sebagai contoh, dalam Mazmur terdapat
banyak kaul atau biasa disebut "nazar" (misal Mzm 22:26;50: 14;61:6
dst). Ketika seseorang berdoa mohon pembebasan dari penyakit atau
lainnya, dan doa ini disertai dengan sebuah janji/kaul sebagai
balasannya (persembahan di kenisah dan sejenisnya). Hal ini tidak
berarti seperti dagang, ada imbal hasil. Kaul dimaksudkan untuk
menekankan kesungguhan doa. Kaul yang sangat terkenal adalah kaul dari
Yefta dalam Hak 11:29-40. Ia mengucapkan kaul untuk mengurbankan apa
saja yang keluar dan pintu rumahnya apabila ia pulang dengan kemenangan
atas orang-orang Amon. Sayang, ketika pulang, anak perempuannyalah yang
ia jumpai. Yefta menganggap bahwa ia tidak dapat melepaskan diri dari
tanggung jawab untuk mengucapkan kaul, karena itu ia melaksanakannya.
Dan yang menarik, dalam Perjanjian Lama kaul kemurnian tidak dapat
dipahami, karena Israel sangat menghargai karunia anak. Perempuan tanpa
anak patut disayangkan (misal : Hana dalam 1Sam 1).
Subscribe to:
Posts (Atom)



