Santo Agustinus pernah mengalami
keseganan yang sangat saat membaca Kitab Suci. Mengapa ? Ia mengalami frustasi
ketika mencoba membaca Kitab Suci yang asing baginya. Baginya Kitab Suci aneh
dan tidak karuan, bahkan bodoh dan kasar! Padahal Santo Agustinus bukanlah
orang bodoh. Ia sangat pandai dan ambisius. Nah, ternyata orang macam Santo
Agustinus bisa mengalami kelesuan dan frustasi dalam membaca Kitab Suci,
Ternyata persoalannya bukan pada kepandaian yang membuat seseorang “sulit”
membaca Kitab Suci sehingga “alergi” terhadapnya. Jangan-jangan pendapat yang
mengatakan Kitab Suci itu sulit tidak berasal dari pengalaman pribadi (setelah
membaca sendiri lalu mengatakan bahwa Kitab Suci itu sulit), melainkan berasal
dari komentar-komentar orang yang begitu saja diambil alih. Belum mencoba
membaca sudah mengatakan sulit! Lalu kalau begitu apa persoalannya ?
FUNDAMENTALISME ALKITAB
Kata
“fundamentalisme” terdiri dari dua unsur, yaitu “fundamental” dan
“isme”. Kata “fundamental” mengacu pada kata “fundamen”, yaitu
dasar/asas/alas/pondasi. Jadi “fundamental” searti dengan bersifat
dasar/pokok, mendasar. Sedangkan “isme” dapat diartikan sebagai suatu
sistem kepercayaan mutlak berdasarkan apa saja (misal : politik,
keagamaan, sosial).
Yang dibicarakan dalam tulisan ini adalah fundamentalisme agama. Kelemahan utama fundamentalisme agama adalah perhatian yang berlebih-lebihan pada sistem ajaran keagamaan ciptaannya sendiri. Kaum fundamentalis begitu sibuk dengan ajaran religiusnya sehingga ajaran itu dijadikan tujuan akhir perjuangan mereka, padahal seharusnya ajaran apa saja hanyalah merupakan sarana belaka untuk mencapai tujuan yang lebih mulia.
Yang dibicarakan dalam tulisan ini adalah fundamentalisme agama. Kelemahan utama fundamentalisme agama adalah perhatian yang berlebih-lebihan pada sistem ajaran keagamaan ciptaannya sendiri. Kaum fundamentalis begitu sibuk dengan ajaran religiusnya sehingga ajaran itu dijadikan tujuan akhir perjuangan mereka, padahal seharusnya ajaran apa saja hanyalah merupakan sarana belaka untuk mencapai tujuan yang lebih mulia.
BELAJAR DARI PERJANJIAN LAMA, BAGAIMANA MENGAJARKAN KITAB SUCI PADA ANAK SEJAK DINI
Secara garis besar tahap-tahap pengajaran formal perintah Taurat kepada anak-anak Israel dapat dibagi menjadi :
1. Pada umur 5 tahun : Mempelajari Kitab Suci (tanggung jawab dan kewajiban setiap keluarga)
- dimulai dengan membaca dan menuliskan 22 alfabet Ibrani
- latihan-latihan menyusun kalimat
- membaca potongan-potongan teks dari gulungan Kitab Suci
- membaca gulungan Taurat yang utuh
Subscribe to:
Posts (Atom)


